Nasional
Untuk Kedua Kalinya Kapal Kemanusiaan Itu Bersandar di Pelabuhan Palu
Kabarpolitik.com, PALU – Penanganan bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng) memasuki masa tanggap darurat tahap dua. Pada periode ini bantuan terus berdatangan untuk para korban gempa, tsunami, dan likuefaksi di daerah tersebut.
Bantuan itu dikirim dengan Kapal Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dari Jakarta. Minggu pagi (21/10), kapal kemanusiaan itu bersandar di Pelabuhan Pantoloan, Palu. Kapal tersebut membawa ton bantuan untuk Palu, Sigi, dan Donggala.
Direktur Program Kebencanaan dan Pengembangan Masyarakat ACT Sri Eddy Kuncoro menyebut, kapal kemanusiaan itu membawa 1.000 ton bantuan pangan dan logistik. Semuanya terdiri atas air mineral, sembako, makanan bayi, selimut, tenda, obat-obatan, dan lain-lain.
Untuk Kedua Kalinya Kapal Kemanusiaan Itu Bersandar di Pelabuhan Palu
Infografis sejarah bencana di Sulteng (Rofiah Darajat/JawaPos.com)
“Semua itu merupakan bentuk kepedulian berbagai pihak yang telah dikumpulkan di gudang Indonesia Humanitarian Center (IHC) di Gunung Sindur, Bogor,” sebut Sri Eddy Kuncoro dalam keterangan persnya.
Diketahui bantuan yang dibawa dengan Kapal Kemanusiaan ACT ini merupakan sumbangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, Dompet Dhuafa, Organisasi Turun Tangan, Rumah Zakat, Youth Power Indonesia, dan Relawan Jakarta Maju Bersama.
Eddy menyampaikan, berlabuhnya Kapal Kemanusiaan untuk yang kedua kalinya itu membuktikan masih tingginya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap korban bencana di Palu, Sigi, dan Donggala.
“Ini adalah yang kedua kalinya Kapal Kemanusiaan berlabuh di Palu, membawa ribuan ton bantuan dari berbagai elemen bangsa. Setelah dari Surabaya dan Jakarta, Insya Allah Kapal Kemanusiaan akan kembali berangkat dari Sumatera Barat membawa bantuan yang lebih masif lagi. Ada dari Aceh, Medan, Padang, Riau, Lampung, dan lainnya,” sambung Eddy.
Pengiriman pangan dan logistik melalui Kapal Kemanusiaan untuk Palu, Sigi, dan Donggala terlaksana atas kerja sama ACT dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Nantinya, bantuan dari kapal akan masuk gudang yang berada di kompleks Pelabuhan Pantoloan.
Bantuan ini akan dibagikan ke pengungsi melalui posko wilayah dan posko unit yang ACT miliki. Sampai saat ini sudah ada 12 posko wilayah dan 6 posko unit di 5 kabupaten di Sulteng.
Selain pangan dan logistik, Kapal Kemanusiaan turut membawa armada Humanity Food Truck, dapur berjalan yang biasa memberikan layanan makanan gratis bagi korban bencana di Indonesia.
“Seperti di Lombok, Humanity Food Truck nantinya akan berkeliling ke titik-titik pengungsian untuk membagikan makanan siap santap yang bergizi, dimasak langsung oleh chef terbaik kami,” imbuh Eddy.
Kedatangan kapal kemanusiaan itu juga disertai dengan 82 relawan dari berbagai wilayah. Mereka adalah relawan terlatih dengan berbagai keahlian khusus seperti paramedis, dapur umum, logistik, dan media.
Menurut Eddy, pascabencana gempa bumi, tsunami, serta fenomena likuefaksi yang terjadi di Palu, Donggala, dan Sigi, puluhan ribu pengungsi masih membutuhkan bantuan pangan. Oleh karena itu, ACT bersama masyarakat Indonesia akan terus berikhtiar mendampingi korban bencana di Sulawesi Tengah di masa tanggap darurat ini hingga pemulihan. (iil/JPC)
rn
source


