Connect with us

Nasional

Wacana Dana Saksi Ditanggung APBN, IMB: Suara Partai Bisa Terkawal Baik

Published

on

Kabarpolitik.com, MAKASSAR — Usai didesak oleh Komisi II DPR RI, pemerintah berencana membebankan biaya saksi Parpol pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendatang. Hal itu tentunya menjadi kabar gembira bagi Partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019.

Sejumlah partai politik mendukung penuh usulan honor saksi ditanggung APBN dalam pelaksanaan Pemilu mendatang.

Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani (IMB) menyambut baik usulan itu. “Ini sangat baik sekali. Caleg tidak akan mengeluarkan anggaran begitu banyak. Ini juga bertujuan agar suara partai terkawal dengan baik meski itu partai baru atau partai lama ” katanya.

Ketua DPW Partai Garuda Sulsel, Moh Ilham Abdullah menanggapi positif biaya saksi ditanggung oleh negara. “Ini agar caleg-caleg yang terpilih nanti sebagai wakil rakyat di parlemen tidak melakukan hal yang tidak diinginkan atau mencari keuntungan,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, wacana biaya saksi dibebankan kepada APBN untuk menghindari praktek politik. “Ini juga untuk menghindari praktek politik, dan menghidari caleg-caleg mengeluarkan anggaran terlalu banyak,” tuturnya.

Advertisement

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan setuju usulan Komisi II DPR agar dana untuk saksi yang bertugas pada saat pemungutan suara di TPS dibiayai oleh APBN 2019. “Saya setuju 100 persen,” kata Zulkifli beberapa waktu.

Dia menambahkan, sekarang ini partai politik dilarang mencari dana selain iuran anggota, sumbangan perseorangan dan badan usaha, serta bantuan keuangan negara. Namun, di sisi lain partai politik harus mengeluarkan biaya yang besar, termasuk untuk membayar saksi.

Hal yang sama juga dilontarkan anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Jerry Sambuaga. Ia menilai negara punya kepentingan untuk menanggung honor saksi dalam pelaksanaan pemilu.

“Karena parpol adalah milik masyarakat juga, oleh karena itu ke depannya parpol bisa dibiayai oleh masyarakatnya,” kata Jerry.

Ia menilai, negara berkepentingan untuk menjaga sistem demokrasi yang terpercaya. Karenanya, wajar jika negara membantu meringankan beban yang ditanggung partai politik dengan memberikan pembiayaan dana saksi.

Advertisement

Terlebih, menurut Jerry, biaya politik yang mahal. Dia berkaca dari kegiatan-kegiatan dan program-program politik yang membutuhkan biaya tinggi.
Sekretaris PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni mengaku belum membicarakan hal itu dengan internal PDIP. “Kami belum tahu, tapi akan dibicarakan di internal,” katanya.

Namun menurutnya, pemerintah sudah memikirkan matang-matang sehingga akan mengalokasikan dana untuk saksi pada APBN. “Mungkin sudah dipikirkan terkait plus dan minusnya,” jelas Rudy.

Berbeda dengan partai lainnya, Partai NasDem justru menolak usulan itu. Juru Bicara DPW NasDem Sulsel, M Rajab secara tegas mengatakan telah berkomitmen menolak anggaran negara untuk saksi parpol di Pemilu 2019. “NasDem menolak pembiayaan saksi dengan biaya APBN,” tegas Rajab.

Rajab enggan menjelaskan secara detail alasan NasDem menolak usulan itu. “Yang jelas NasDem sejak awal juga menolak mahar politik,” pungkasnya.

Terpisah, Pakar Politk Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Andi Ali Armunanto menilai jika biaya saksi pada Pemilu 2019 itu hal yang biasa-biasa saja, karena itu adalah hajatan negara. Akan tetapi dengan menurunnya angka rupiah dan begitu banyak utang negara itu tidak pantas dilakukan oleh pemerintah.

Advertisement

“Jangan sampai dijadikan praktek kartel oleh partai politik di DPR untuk mengurangi ongkos politik. Apalagi di partai ada dana pengelolaan,” kata Andi Ali Armunanto.

Ketua Departemen Ilmu Politik Unhas ini menyebutkan, jika pesta demokrasi ini adalah hajatan partai politik yang seharusnya merekalah yang membiayai saksi, bukan dari pemerintah.

“Inikan hajatan partai politik, seharusnya parpol punya kemampuan finasial. Jangan dibebankan kepada negara. Biaya saksi itu tidak kecil,” sebutnya.

“Ini akan menguntungkan partai politik karena ongkos politik memalui APBN. Beban pemerintah jadi semakin besar. Jangan sampai parpol mengincar fasilitas negara dengan mengambil untung dari sumber daya yang ada,” tambahnya.

Jika kedepan, kata dia, pemerintah tetap mensubsidi biaya saksi untuk partai politik, maka sangat perlu partai juga dievaluasi penggunaan anggarannya, karena selama ini laporannya dianggap tidak masuk akal.

Advertisement

“Pengelolaan anggaran parpol harus dievaluasi atau dilaporkan seperti instansi lain. Jangan sampai ada kucuran dana tanpa melakukan pertanggungjawaban. Ini buruk dalam konteks perpolitikan kita,” tutupnya. (suryadi/raksul/fajar)

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...