Connect with us

Nasional

Walhi Kalsel Was-was dengan Bisnis Akar Bajakah

Published

on

Kabarpolitik.com, KALSEL– Walhi Kalsel (Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan) was-was dengan maraknya perdagangan akar bajakah. Sebagaimana diketahui, akar bajakah disebut-sebut bisa menyembuhkan penyakit kanker.

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono khawatir, perdagangannya yang semakin tinggi membuat eksploitasi akar bajakah bertambah besar. Hal itu tentu berdampak buruk terhadap lingkungan.

“Sesuatu yang diambil secara besar-besaran tentu akan berdampak terhadap lingkungan, karena keberadaannya tidak lestari lagi,” katanya, Minggu (18/8).

Eksploitasi akar sendiri dikhawatirkan merambah hingga ke Pegunungan Meratus. Sebab, kata Kisworo, di sana juga ada jenis tanaman liar yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku farmakope herbal, seperti, matoa, jualing, bilaran tapah, racun ayam, dan mundar.

“Tanaman-tanaman itu memiliki senyawa antioksidan untuk pengobatan kanker, jantung, dan sebagainya,” sebutnya.

Advertisement

Pengayaan Uranium, Iran Kenalkan Sentrifugal Super Canggih

Militer India Tangkapi 4.000 Warga Kashmir

Bocah 4 Tahun Tewas Mengenaskan Ditimpa Truk Tambang

Aaliyah Massaid Deg-degan Kibarkan Bendera di Akuarium

Presenter Raffi Ahmad Jalani Terapi Akupuntur

Untuk itu, sebelum eksploitasi akar-akaran obat tak terkendali, dia berharap seluruh pihak terkait segera mengantisipasinya. “Harus ada aturan untuk mengambil akar obat. Sehingga orang tidak bisa sembarangan jika ingin mengambilnya di hutan,” harapnya.

Advertisement

Salah satu aturan yang bisa diterapkan untuk menjaga akar obat menurutnya ialah, harus ada batasan dan prasyarat dalam mengambil akar bajakah. “Aturan itu bisa dalam bentuk peraturan desa atau memaksimalkan hukum adat,” ujarnya.

Kisworo juga memberikan masukan, agar ada upaya budidaya sehingga obat herbal di hutan jenis akar-akaran tetap lestari. “Kalau tanaman pasti bisa dibudidayakan. Seperti halnya anggrek, sekarang yang di hutan tidak lagi diambil sebab sudah bisa dibudidayakan,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya setiap akar yang diperjualbelikan juga harus ada hasil medisnya. Sebab, tidak semua akar bisa untuk obat.

“Hasil medis harus ada untuk memastikan akar yang dijual, bukan sembarang akar. Ini harus jadi perhatian masyarakat Kalsel,” pungkasnya. (jp)

.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Advertisement

The post Walhi Kalsel Was-was dengan Bisnis Akar Bajakah appeared first on FAJAR.

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...