Politik
Wardatul Asriah Desak Pemerintah Benahi Tata Kelola dan Pengawasan Daycare
Published
1 bulan agoon
Anggota Komisi VIII DPR RI, Wardatul Asriah, meminta pemerintah segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola dan sistem pengawasan tempat penitipan anak (daycare) di Indonesia. Desakan tersebut disampaikan menyusul kasus dugaan kekerasan dan kelalaian pengasuhan yang terjadi di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.
Pernyataan itu disampaikan Wardatul dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Selasa (9/6/2026).
Menurut Wardatul, kasus di Yogyakarta tidak bisa dipandang sebagai peristiwa yang berdiri sendiri. Ia menilai kejadian tersebut mencerminkan masih lemahnya tata kelola layanan pengasuhan anak, mulai dari aspek perizinan, standar operasional, hingga mekanisme pengawasan.
“Peristiwa di Yogyakarta harus menjadi titik balik nasional. Negara tidak boleh hadir setelah terjadi korban. Sistem pengawasan daycare harus diperkuat dari hulu ke hilir,” tegas Srikandi Gerindra itu.
Dalam rapat tersebut, Kemen PPPA memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi layanan daycare di Indonesia. Sebanyak 44 persen daycare tercatat belum memiliki izin resmi, sementara hanya 30,7 persen yang telah mengantongi izin operasional. Selain itu, sekitar 20 persen daycare belum memiliki standar operasional prosedur (SOP) layanan pengasuhan.
Dari sisi kualitas sumber daya manusia, sebanyak 66,7 persen pengasuh anak juga belum memiliki sertifikasi kompetensi yang memadai. Padahal pemerintah telah menetapkan standar layanan melalui sertifikasi Taman Asuh Ramah Anak (TARA) yang diatur dalam Peraturan Menteri PPPA Nomor 4 Tahun 2024.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengasuhan alternatif terus meningkat. Data Kemen PPPA menunjukkan sekitar 75 persen keluarga di Indonesia membutuhkan layanan pengasuhan di luar rumah, termasuk daycare.
Melihat kondisi tersebut, Wardatul menilai tingginya kebutuhan masyarakat harus diimbangi dengan jaminan keamanan, kualitas layanan, dan pengawasan yang lebih kuat. Ia meminta pemerintah melakukan penertiban sekaligus pembinaan terhadap daycare yang belum berizin, tanpa serta-merta menghentikan operasionalnya, kecuali ditemukan dugaan tindak pidana atau kekerasan terhadap anak.
Menurutnya, reformasi tata kelola daycare perlu dilakukan secara menyeluruh agar seluruh lembaga pengasuhan anak mampu memenuhi standar layanan yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh layanan pengasuhan yang aman, berkualitas, dan memberikan perlindungan maksimal bagi tumbuh kembang anak.
Husein Fadlulloh Dorong Kebun Raya Bogor Mendunia Lewat Diplomasi Parlemen
Habiburokhman: DPR Gaspol Bahas RUU Perampasan Aset, Libatkan Publik Secara Luas
Menhan RI Terima Kunjungan Dubes Republik Korea, Perkuat Kerja Sama Bidang Pertahanan
Menhan RI Terima Kunjungan Duta Besar Finlandia, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan
Menhan Hadiri Rapat Terbatas Bersama Presiden Bahas Harga Khusus BBM bagi Pelaku Usaha Perikanan
Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Harus Perkuat Asset Recovery Tanpa Membuka Celah Abuse of Power
Bob Hasan: Baleg DPR Kaji Blockchain untuk Perkuat RUU Satu Data Indonesia
Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jadi Prioritas Utama Komisi III DPR
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Menhan Sjafrie Hadiri Buka Puasa Bersama Kuasa Usaha Ad Interim AS untuk Indonesia, Perkuat Kemitraan Pertahanan

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

