Nasional
61 WNA Ikut Jadi Korban Gempa dan Tsunami di Palu, Lima Belum Ditemukan
Kabarpolitik.com, PALU — Sebanyak 61 warga negara asing (WNA) turut menjadi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Lima di antaranya kabarnya belum diketahui.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, berdasarkan laporan beberapa telah dievakuasi keluar dari Palu menuju Jakarta. Sementara WNA lainnya masih dalam proses pencarian. “Tiga orang Prancis dan seorang warga Malaysia dan Korea Selatan saat ini kabarnya belum diketahui. Untuk penanganan ini kita akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu),” ucap Sutopo.
Untuk penanganan tanggap darurat sendiri, BNPB telah menyiapkan dana Rp560 miliar. Anggaran itu merupakan sisa dana yang memang dipersiapkan untuk tanggap darurat bencana tahun ini. “Apakah nanti ditambah kita masih akan menghitung dan tentu akan melaporkan kepada Kementerian Keuangan. Soal dana ini juga bukanlah perkara mudah. Sebab jika anggaran Rp560 miliar itu tak cukup, tak bisa langsung mendapatkan tambahan sebab bantuan dana pemulihan bencana di Lombok juga masih berproses. Jumlah mencapai triliunan,” tandasnya.
Hingga kini jumlah korban per 30 September 2018, kemarin, mencapai 832 orang. Rinciannya berdasarkan data dari BNPB yakni Palu 821 orang dan Donggala, 11 orang. Diungkapkan, Sutopo jumlah itu diperkirakan bertambah, terutama di daerah Dongalla yang masih terisolir. Tak ada listirk dan akses komunikasi yang lumpuh.
“Selain Donggala dan Palu, dua daerah lainnya terdampak bencana juga terjadi di Kabupaten Sigi serta di Kabupaten Parigi Moutung. “Untuk Parigi dan Sigi belum ada laporan karena listrik padam akses komunikasi juga terputus total,” jelas Sutopo. Para korban meninggal yang telah diidentifikasi juga telah mulai dikuburkan secara massal. (rdi)
rn
source


