Connect with us

Nasional

Gus Sholah: Perangnya Bukan Pakai Senjata, Tapi Android

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Aksi saling ‘serang’ yang dilakukan barisan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi marak di media sosial. Keduanya saling mengumpat dengan sebutan ‘kecebong’ dan ‘kampret’.

Menanggapi hal tersebut, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Salahuddin Wahid mengatakan, saat ini ada beberapa kelompok tertentu yang terus memancing emosi pihak-pihak yang berbeda pilihannya di Pilpres 2019.

“Saya berharap masing-masing kelompok ada yang mengajak kawannya untuk tidak menyuarakan kebencian yang memancing emosi dan kemarahan,” ujar Gus Sholah saat ditemui di Gedung Joang 45, Jakarta, Kamis (1/11).

Bahkan adik dari Presiden Indonesia ke-4 Abdurahman Wahid (Gus Dur) ini meminta pendukung Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi menghentikan menggunakan istilah ‘kecebong’ dan ‘kampret’ untuk dua kubu yang berbeda dukungan di Pilpres.

“Seperti kata-kata kecebong dan kampret jangan dipakai lagi lah. Kita betul-betul menjaga dan menahan diri untuk tidak‎ mengeluarkan kata-kata yang memancing,” katanya.

Advertisement

Karena apabila perang dua pendukung Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf tidak diredam maka akan terus berlanjut. Masyarakat akan saling memusuhi dan saling bertengkar karena adanya perbedaan pilihan di Pilpres.

“Karena sekarang ini perangnya bukan pakai peluru. Tapi senjatanya android. Mengeluarkan kata-kata itu ya amunisinya dan itu efeknya ternyata cukup dasyat,” ungkapnya.

Gus Sholah juga berpesan kepada elite partai politik tidak berkomentar di media sosial yang bisa menimbulkan reaksi permusuhan. Karena itu berkomentarlah dengan bijak, dan insiden pembakaran bendera tauhid ini dijadikan pelajaran bersama .

“Mari kita buat suasana Pilpres yang damai bisa terlaksana. Termasuk para elite politik kita harapkan tidak keluarkan kata-kata yang bisa sulut emosi dan kemarahan,” pungkasnya. (gwn/JPC)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...