Connect with us

Politik

Kebijakan Family Office Butuh Kepastian Hukum

Published

on

SURABAYA (8 Juli): Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Charles Meikyansah mengatakan sebagai sebuah kebijakan, family office harus memiliki tujuan yang jelas sehingga ketercapaian tujuan kebijakan tersebut dapat diukur.

Kalau tujuannya sudah jelas, kita baru bisa melihat untung ruginya, misalnya melalui Cost and Benefit Analysis (CBA) dalam membuat sebuah kebijakan. Salah satu keuntungan adalah orang-orang super kaya akan menginvestasikan uangnya di Indonesia yang bisa memperkuat ekonomi nasional,” ungkap Charles dalam keterangannya, Senin (8/7).

Charles memberi contoh Singapura dan Hongkong yang sudah menerapkan family office yang bisa memperkuat devisi negara dan menjadi salah satu alternatif pengembangan ekonomi nasional.

Namun, kita juga harus melihatnya secara kritis. Kalau hanya menyimpan uang di Indonesia, dampaknya tidak akan besar bagi kita. Namun, jika family office nantinya bisa mendorong agar investasinya bisa ke sektor riil dampaknya akan besar,” terang Charles.

Sektor riil yang dimaksud, tambah Charles seperti membangun pabrik atau industri, sehingga bisa menyerap tenaga kerja. Meski demikian, Charles juga mengingatkan akan adanya ancaman middle income trap yang masih menghantui.

Oleh karena itu, salah satunya jangan sampai deindustrialisasi terjadi terlalu dini. Kalau family office bisa didorong sampai sana, menurut saya sangat bagus,” tukas Charles.

Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur IV (Lumajang dan Jember) yang akan kembali duduk di Senayan periode 2024-2029 itu juga menambahkan bahwa sepertinya pemerintah hanya ingin menarik orang super-kaya untuk menyimpan uang di Indonesia, seperti yang sering dicontohkan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (LBP).

Kalau seperti itu, kita harus betul-betul menyadari potensi money laundry, dengan cara melibatkan stakeholder terkait seperti KPK, Kejaksaan atau Kepolisian,” jelas Charles.

Terkait kesiapan menyambut family office di Indonesia, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lumajang Jawa Timur itu menegaskan faktor yang paling utama adalah kepastian hukum.

Advertisement

Setiap orang atau institusi, apalagi ini orang-orang super kaya, tentu sangat memikirkan soal kepastian hukum. Indonesia harus bisa membuktikan itu yakni adanya peraturan yang jelas. Hingga saat ini saya kira belum ada,” ujar Charles.

Kedua, tambah Charles, faktor keamanan data. Beberapa hari terakhir Indonesia justru tengah ramai kebocoran data nasional.

Orang-orang super kaya itu sangat sensitif terhadap data pribadi. Karena itu soal keamanan data harus betul-betul diperhatikan. Sementara di sisi lain kami melihat pemerintah tidak cukup tegas menangani persoalan kebocoran data nasional yang sudah terjadi bahkan dalam aspek pertanggungjawaban juga terkesan saling melempar batu,” tegas Charles.

Ketiga, sumber daya manusia unggul sangat dibutuhkan dalam menyambut family office, karena mereka yang akan menyambut dan melayani para orang super kaya itu.

Dan faktor keempat adalah pendalaman produk keuangan yang variatif. Mengapa ini penting? Karena orang-orang super kaya tentu punya keinginan masing-masing. Pendalaman produk keuangan agar mereka mau menginvestasikan uangnya di Indonesia. Bisa jadi antar orang kaya berbeda kepentingan dan kebutuhannya. Jadi kita yang harus betul-betul memahami itu, jika ingin berhasil,” terang Charles.

Terkait regulasi family office, Charles mengungkapkan secara terpadu masih akan disusun dan masih dalam proses. Satuan tugasnya juga masih dalam persiapan. Jadi mesti dilihat dulu perkembangannya.

Harapan kami adalah pemerintah harus terbuka dan akuntabel dalam proses penyusunannya, agar legitimasi terhadap kebijakan ini tinggi. Kebijakan yang baik adalah kebijakan yang legitimate. Saya kira, kita harus menyelesaikan pekerjaan rumah yang masih belum selesai, seperti kebocoran data nasional, kepastian hukum, dan lain sebagainya, jika ingin kebijakan family office berhasil dan berbuah manis,” pungkas Charles.

(*)

Advertisement

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik7 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik7 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik7 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik7 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik7 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik7 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik7 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...