Connect with us

Politik

Imron Amin Menilai MKD Awards Sebagai ‘Legacy’ untuk Generasi Mendatang

Published

on

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Imron Amin, menyatakan bahwa MKD Awards adalah sebuah warisan (legacy) untuk periode mendatang. Menurutnya, membangun peradaban etik di kalangan anggota DPR memerlukan proses yang tidak mudah, melibatkan pembiasaan, apresiasi, dan pengawasan baik dari MKD maupun masyarakat.

“MKD Awards ini merupakan legacy MKD untuk periode berikutnya. Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya di masa depan,” kata Imron pada Selasa (3/9/2024).

Imron menjelaskan bahwa penegakan kode etik MKD tidak hanya dilakukan melalui sistem penindakan dan pemberian sanksi, tetapi juga melalui sistem pencegahan dengan memberikan apresiasi. Apresiasi, menurutnya, sangat penting agar setiap anggota merasa dihargai atas jerih payah dan kinerjanya.

“Jika anggota DPR dihargai atas kinerjanya, mereka akan lebih termotivasi untuk mengulang prestasi tersebut. Semakin banyak anggota DPR yang melakukan perbaikan, maka kinerja DPR secara keseluruhan akan semakin baik,” ujar Imron.

Imron melanjutkan bahwa pemberian apresiasi melalui MKD Awards merupakan bagian dari upaya pembudayaan perilaku etis di kalangan anggota dewan. Pembudayaan, menurutnya, berarti mengembangkan dan mengimplementasikan nilai-nilai etika dalam perilaku anggota DPR.

Advertisement

“Sikap dan perilaku anggota DPR yang baik dapat lebih banyak mencegah perilaku negatif daripada hanya mengandalkan hukuman. Oleh karena itu, pendekatan budaya bertujuan untuk membangun sistem etika yang lebih preventif daripada reaktif,” ucap Imron.

“Selain itu, internalisasi juga berarti anggota DPR mampu menjaga martabat dan kehormatan lembaga DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat. Ini penting untuk menjalankan fungsi checks and balances dalam sistem demokrasi Indonesia,” tambahnya.

Proses internalisasi berfungsi sebagai mekanisme pencegahan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman tentang norma-norma etik di kalangan anggota dewan. Hal ini bertujuan untuk mendorong budaya politik yang mengedepankan standar etika tinggi di antara anggota dewan lainnya. Budaya etika yang tinggi akan mengurangi potensi pelanggaran.

Upaya terpadu melalui diskusi dan pelatihan juga diperlukan untuk menanamkan nilai-nilai dasar budaya etika serta membentuk disiplin dan tanggung jawab dari dalam diri anggota DPR, yang pada akhirnya akan menciptakan keteladanan yang baik di antara mereka.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...