Politik
Resmikan RDMP Balikpapan, Presiden Prabowo Tekankan Kemandirian Pangan dan Energi
Published
7 bulan agoon
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi merupakan fondasi utama bagi tegaknya sebuah negara merdeka. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Presiden menekankan bahwa peradaban modern tidak akan dapat berdiri kokoh apabila suatu bangsa masih bergantung pada pasokan kebutuhan dasar dari negara lain.
“Kita mengerti bahwa peradaban modern itu bergantung pada hal-hal yang esensial bagi berdirinya sebuah negara merdeka. Yang pertama dan paling mendasar, negara merdeka harus mampu menghasilkan pangannya sendiri,” ujar Presiden.
Selain pangan, Kepala Negara menegaskan bahwa energi merupakan pilar kedua yang tak kalah penting. Menurut Presiden, Indonesia dianugerahi sumber daya energi yang sangat besar dan, jika dikelola secara optimal, mampu menjamin kemandirian energi nasional.
“Selain pangan, energi juga harus bisa kita hasilkan sendiri. Alhamdulillah, bangsa Indonesia diberi karunia yang luar biasa oleh Yang Mahakuasa. Kita memiliki sumber-sumber energi yang sangat besar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa sumber daya batu bara dapat diolah menjadi gas, bensin, dan berbagai produk energi lainnya, termasuk dimethyl ether (DME). Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia yang hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Kita juga memiliki potensi geotermal terbesar di dunia yang belum dimanfaatkan secara optimal. Begitu pula energi air, dan ke depan kita akan mengembangkan tenaga surya melalui panel-panel untuk listrifikasi. Dengan begitu, kita sungguh-sungguh dapat menghasilkan energi kita sendiri,” kata Presiden.
Ke depan, Presiden menyatakan pemerintah akan terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan. Langkah tersebut diarahkan agar Indonesia mampu memproduksi energi secara mandiri tanpa ketergantungan pada impor.
“Tidak perlu kita impor energi dari luar. Itu sasaran kita. Kita harapkan dalam lima tahun bisa tercapai. Kalau tidak lima tahun, enam atau tujuh tahun, tidak masalah. Yang penting kita menuju ke sana. Dan siapa tahu, dengan kerja keras, kita bisa mencapainya lebih cepat,” tandas Presiden.
You may like
KH Zulfa Mustofa Panjatkan Doa untuk Prabowo dalam Peresmian Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi
Andi Iwan Aras Desak Penyelesaian LRT City, Jangan Biarkan Kepercayaan Publik Runtuh
Bahtra: Revisi Remunerasi Kepala Daerah Wajib Disertai Tolok Ukur Kinerja
Bob Hasan Terima Aspirasi Mahasiswa Poltekesos, Dorong Legislasi yang Lebih Partisipatif
Presiden Prabowo Jajal KA Nusantara Explorer, Tegaskan Dukungan bagi Pariwisata dan Perkeretaapian Nasional
Dari Stasiun Tawang, Presiden Prabowo Gaungkan Visi Indonesia Indah, Modern, dan Berkelanjutan
Presiden Prabowo: Kereta Api Harus Jadi Instrumen Pemerataan Ekonomi dan Pelayanan Rakyat
Masyarakat Apresiasi Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Kini Lebih Nyaman dan Bebas Banjir
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

