Politik
Titiek Soeharto: Rumput Laut Jangan Cuma Diekspor, Olah Jadi Produk Bernilai Tinggi
Published
1 jam agoon
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menyoroti keluhan pelaku usaha dan UMKM perikanan terkait rumitnya birokrasi perizinan. Ia meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperjelas pembagian tugas agar proses perizinan tidak tumpang tindih dan membebani dunia usaha.
“Dan Badan Karantina, jangan dua-duanya satu tumpang tindih merepotkan pengusaha atau pelaku usaha untuk mendapatkan izin. Mungkin bisa dijelaskan karena tugasnya lain-lain, mungkin dari Barantin bisa disampaikan,” ujar Titiek saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi IV DPR RI di Badung, Bali, Jumat (18/9/2026).
Selain persoalan perizinan, Titiek menaruh perhatian pada optimalisasi nilai tambah komoditas rumput laut di Bali. Saat meninjau pameran produk olahan, ia menyayangkan masih banyak rumput laut Indonesia yang diekspor dalam bentuk bahan mentah atau ekstrak, sementara produk turunannya justru kembali masuk ke Indonesia melalui impor.
“Kita di Indonesia begitu banyak seaweed, rumput laut bisa tumbuh di segala perairan. Ini bisa menghasilkan biang seaweed ekstrak yang diekspor ke India, dari India kemudian diolah lagi menjadi pupuk cair organik. Kenapa hanya biangnya saja yang diekspor? Maksudnya kita olah di sini, pupuknya sudah jadi baru diekspor,” ungkapnya.
Menurut Titiek, pengolahan rumput laut hingga menjadi produk akhir di dalam negeri sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mempercepat hilirisasi. Dengan demikian, produk yang diekspor memiliki nilai tambah lebih tinggi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat serta pelaku usaha dalam negeri.
“Pak Presiden juga maunya hilirisasi, semuanya ada di sini. Kalau kita mau ekspor, ekspor yang barang sudah end product saja. Kalau begini sanggup, homemade-nya dari sini, Bali semua. Mudah-mudahan bisa semuanya dikerjakan di Indonesia,” tegas Titiek.
Lebih lanjut, Titiek mendorong KKP untuk semakin kreatif mengembangkan hasil laut menjadi produk siap saji yang dekat dengan selera masyarakat, termasuk anak-anak. Ia mencontohkan olahan seperti gyoza tuna dan bandeng tanpa duri yang dinilai dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pangan bergizi, termasuk dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di sisi lain, Srikandi Gerindra itu juga menerima aspirasi nelayan mengenai kemudahan akses kepemilikan kapal. Ia mendorong agar mekanisme pengadaan atau kepemilikan kapal dapat dibuat lebih sederhana dan transparan, sehingga nelayan memperoleh akses yang lebih mudah, seperti mekanisme pembelian kendaraan melalui dealer.
Dari Harga hingga Impor, Andre Rosiade Soroti Persoalan Tata Niaga Gula Nasional
Martin Tumbelaka Tampung Aspirasi soal Batas Usia Kewarganegaraan Anak
Darori Wonodipuro Tekankan Perhutanan Sosial untuk Pulihkan Hutan dan Sejahterakan Masyarakat
Titiek Soeharto: Rumput Laut Jangan Cuma Diekspor, Olah Jadi Produk Bernilai Tinggi
Menhan RI Terima Kunjungan Kehormatan Dubes Jepang, Bahas Penguatan Kemitraan Pertahanan
Sekjen Kemhan Terima Audiensi Direksi Bank BTN, Bahas Peluang Penguatan Kerja Sama
Tak Sekadar Konsolidasi, Rakercab Gerindra Banda Aceh Diwarnai Santunan Anak Yatim
Endang Thohari Salurkan Alsintan Rp2,15 Miliar untuk Petani Cianjur
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

