Connect with us

Nasional

Capim KPK Sepi Peminat, Baru 1 Pati Polri Mendaftar

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA–Proses seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, terlihat sepi dan sulit dijangkau publik. Hal ini kontradiktif dengan proses seleksi Capim KPK sebelumnya, terutama periode 2011-2015 yang digelar di kantor Kemenkumham.

Pantauan JawaPos.com (Grup Fajar) di gedung Sekretariat Negara (Setneg) Selasa (25/6) siang, di lobi gedung tersebut tampak sepi. Yang terlihat hanya satu petugas jaga yang bertugas mengarahkan pendaftar untuk naik ke lantai 2.

Selain itu, di lobi gedung, yang terpampang hanya banner pengumuman ihwal syarat proses pendaftaran sebagai calon pimpinan lembaga antirasuah, dan spanduk bertuliskan ‘selamat datang’ yang ditujukan kepada para pendaftar.

Konglomerat Kakap Siap Jalankan Perintah Jokowi

Saat naik ke lantai 2, kondisinya juga tak jauh berbeda. Di ruangan yang digunakan sebagai tempat pendaftaran, kondisinya tertutup rapat. Sepi. Selain petugas jaga, hingga sore hari tak ada satupun pendaftar yang terlihat datang. Kondisi ini menjadikan proses seleksi agak sulit terpantau publik, jika pihak pansel tidak memberikan informasi kepada awak media.

Jika dibandingkan dengan berbagai proses seleksi calon pimpinan KPK sebelumnya, terutama periode 2011-2015 silam, kondisi ini jelas berbeda saat pendaftaran masih dilakukan di kantor Kemenkumham. Saat itu, ruang pendaftaran digelar secara terbuka di lobi gedung. Sehingga menjadi ramai dan mudah terpantau oleh siapapun. Tak terkecuali dengan awak media. Semua pihak bisa melihat langsung siapa saja pihak yang akan mendaftarkan diri menjadi calon pimpinan KPK.

Advertisement

Dana Bantuan Parpol Kurang Rp4 Miliar, Kemendagri Rp1,9 Triliun

Panitia berjaga di meja pendaftaran calon pimpinan KPK periode 2011-2015 . Ruang pendaftaran ini terletak di lantai dasar Gedung Sekretariat Jenderal Kemenkumham, Jl. H.R. Rasuna Said Kav 5-6, Kuningan, Jakarta-Selatan. Sony/Kemenkumham.

Tak hanya soal sistem pendaftaran yang terlihat tertutup, sejumlah pihak juga terkesan tertutup ketika ditanya siapa saja pihak yang telah mendaftarkan diri menjadi pimpinan lembaga independen tersebut.

“Jumlahnya saat ini sudah 35 orang pendaftar,” kata Agung, petugas jaga pendaftar capim KPK saat ditanya. Selebihnya, dia meminta untuk menanyakan detail profil pendaftar kepada pihak Pansel.

Pansel Capim KPK Libatkan BNPT dan BNN

Senada dengan Agung, Ketua Pansel, Yenti Garnasih, hingga saat ini juga enggan menjelaskan detail ihwal siapa saja pihak calon pimpinan KPK yang telah mendaftar. Dia hanya menyebut, jika sudah ada 35 orang yang mendaftar. Ketika ditanya soal ketertutupan informasi tersebut, Yenti berasalan, pihaknya belum membuka nama-nama yang mendaftar sebagai capim KPK karena ingin mencari sosok yang benar-benar serius untuk memimpin KPK pada periode 2019-2023. Pihaknya baru bisa memublikasikan setelah selesainya proses administrasi.

“Yang lulus administrasi kita upload namanya, silahkan itu diberikan masukan untuk orang-orang itu. Takutnya ada yang tidak lolos administrasi atau dia sudah tiga kali daftar, gimana pun juga kita enggak cari yang job second, kita mencari yang bekerja benar-benar ingin berjuang mengabdikan untuk bangsa ini. Karena dia sendiri akan menjadi penyidik,” tegas Yenti.

Advertisement

Polri Siapkan 9 Pati sebagai Capim KPK

Adapun ke-35 yang telah mendaftar kata Yanti, mereka datang dari kalangan akademisi, pengacara bahkan pensiunan Polri maupun TNI.

“Sampai dengan hari ketujuh ini, baru 35 orang dari berbagai unsur latar belakangnya, macam-macam latar belakangnya, ada dosen, pengacara, PNS, ada pensiunan,” ucap Yenti.

Pakar hukum Universitas Trisakti ini menyampaikan, animo masyakarat saat ini menurun untuk menjadi pimpinan KPK. Dia menyebut, pada proses capim KPK jilid 4, pada hari ke-14 pendaftaran sudah ratusan orang yang ingin mengikuti proses seleksi capim KPK.

“4 tahun lalu, 14 hari pertama sudah dapat 194 orang. Kemudian begitu kita perpanjang jadi 600 orang, sekarang sudah hari ketujuh baru 35 orang,” ucap Yenti.

Sudah 22 Orang Ikut Seleksi Capim KPK, Pansel Fokus Cari Calon Paham TPPU

Ketika ditelisik soal mencuatnya sembilan perwira tinggi Polri yang ingin mencalonkan sebagai capim KPK, Yenti menyebut baru satu nama yang mendaftarkan diri. Namun, Yenti enggan membeberkan siapa sosok perwira tinggi Polri tersebut.

Advertisement

“Yang disebutkan di media kan sembilan orang, ini baru masuk satu orang. Ya tadi saya lihat namanya,” bebernya.

Menanggapi pernyataan Yenti, pakar hukum Abdul Fikhar Hadjar menilai, pernyataan Yenti tidak tepat sebagai Ketua Pansel KPK. Seharusnya, Pansel KPK dapat melakukan proses seleksi yang terbuka, sehingga publik bisa menilai secara utuh terkait calon pimpinan KPK periode 2019-2023.

Pati Polri Ikut Seleksi Capim KPK, Begini Kata ISESS

“Harusnya pansel terbuka, agar segala langkahnya bisa dipertanggungjawabkan dan akuntabel pada publik. Sekarang ini norak dan ketinggalan zaman, jika melakukan sesuatu kegiatan untuk kepentingan negara yang juga kepentingan masyarakat, tetapi dilakukan secara tertutup,” sesal Fikhar.

Fikhar berharap, Pansel KPK dapat melakukan proses seleksi secara jujur, adil dan transparan. Hal ini dilakukan agar pimpinan KPK ke depan memiliki integritas tinggi dalam isu pemberantasan korupsi.

“Seleksi komisioner KPK itu adalah kompetisi ada yang lolos, ada yang tidak, sepanjang Pansel melakukannya dengan jujur, adil, transparan dan akuntabel. Maka setiap orang yg mengikuti sekeksi akan menerima hasilnya. Jadi jika seleksinya tertutup ini patut diwaspadai,” ungkap Fikhar.

Advertisement

Bamsoet Persilakan Polri, Jaksa, LSM Ikut Seleksi Capim KPK

Bahkan, Fikhar menduga proses seleksi capim KPK yang tertutup terdapat kepentingan. Terlebih belakangan santer isu terkait masifnya perwira tinggi Polri yang hendak menjadi pimpinan KPK.

“Akan timbul kesan bahwa ada misi tertentu yang dibawa oleh Pansel susunan personilnya sedemikian rupa. Jika mendorong personil kepolisian yang akan menjadi komisioner, malah akan menjadi lucu dan contradicsi in terminis, karena KPK dilahirkan merupakan respons dari belum dan tidak efektifnya lembaga penegak hukum pemberantas korupsi di kepolisian, kejaksaan dan peradilan umum,” tegas Fikhar. (jp)

.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}
rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...