Politik
Abdul Wachid Tampung Aspirasi Pesantren DIY, Soroti Kesejahteraan Guru hingga Digitalisasi
Published
3 jam agoon
Komisi VIII DPR RI menampung berbagai aspirasi pondok pesantren di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai dari peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, perbaikan infrastruktur, hingga penguatan sarana pembelajaran berbasis digital.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam dialog bersama Komisi VIII DPR RI saat Kunjungan Kerja Spesifik ke DIY di Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Kamis (24/9/2026). Dialog diikuti sejumlah perwakilan pondok pesantren dari berbagai wilayah di DIY.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengatakan seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah, termasuk terkait dukungan anggaran.
Salah satu aspirasi yang mengemuka adalah kesejahteraan guru, pengajar, dan ustaz. Abdul Wachid menilai kondisi kesejahteraan sebagian tenaga pendidik pesantren masih membutuhkan perhatian pemerintah.
“ Kesejahteraan para guru, pengajar, para ustaz sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah. Terutama menyangkut masalah kesejahteraan mereka yang sangat minim sekali. Ini harus kami perjuangkan, khususnya di anggaran,” ujar Abdul Wachid.
Selain kesejahteraan tenaga pendidik, Komisi VIII juga menerima masukan terkait kondisi infrastruktur pesantren. Menurut Abdul Wachid, masih terdapat pesantren yang membutuhkan dukungan untuk memperbaiki bangunan dan fasilitas pendidikan agar lebih aman dan nyaman bagi para santri.
“Masih banyak pondok pesantren yang membutuhkan bantuan terkait dengan kondisi pondok yang sudah lama dan belum mendapatkan sentuhan dari pemerintah. Ini juga butuh perhatian agar gedungnya lebih kokoh dan kuat sehingga tempat belajar menjadi lebih nyaman,” jelasnya.
Aspirasi lain berkaitan dengan penguatan pembelajaran digital melalui penyediaan perangkat seperti smart board atau smart TV. Berdasarkan data Kanwil Kemenag DIY, terdapat sekitar 460 pondok pesantren di wilayah tersebut.
Legislator Gerindra itu mengatakan penyediaan perangkat digital dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing pesantren.
“Tidak semua kelas harus diberikan smart board. Paling tidak tiga atau empat perangkat harus disediakan untuk mendukung pendidikan digital,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan pesantren di DIY akan menjadi bahan Komisi VIII dalam pembahasan bersama pemerintah. Menurutnya, dukungan terhadap tenaga pendidik, infrastruktur, dan sarana pembelajaran diperlukan untuk memperkuat kualitas pendidikan serta ekosistem pesantren.
DPC Gerindra Pessel Bergerak Bantu Korban Galodo di Kabupaten Solok
Abdul Wachid Tampung Aspirasi Pesantren DIY, Soroti Kesejahteraan Guru hingga Digitalisasi
Andi Iwan Aras Dorong Penguatan Anggaran Basarnas untuk Kejar Golden Time
Novita Wijayanti Kawal Percepatan SPAM Rawalo untuk Penuhi Kebutuhan Air Warga Banyumas
Azis Subekti: Lahan Pertanian Jangan Terus Dikorbankan untuk Pembangunan
Menhan Tinjau Yonif TP 339/Jaya Perkasa: Tegaskan Dua Fungsi Utama Satuan dan Penguatan Sishankamrata
Salat Jumat Bersama Warga Terdampak Bencana di Solok, Wapres Serap Aspirasi dan Pastikan Pemulihan Rumah Ibadah
Beri Arahan Forkopimda, Wapres Tekankan Prioritas Tanggap Darurat dan Konsolidasi Penanganan Bencana Solok
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

