Connect with us

Nasional

Gempa Bali, Objek Wisata Favorit Masih Aman

Published

on

Kabarpolitik.com, BALI– Gempa kembali memorak-porandakan beberapa daerah. Setelah pekan lalu mengguncang daerah Maluku Utara, kemarin (16/7) gempa melanda Bali dan sebagian daerah di Jawa Timur.

Sumber gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) itu berpusat di 83 kilometer barat daya Nusa Dua dengan kedalaman 68 kilometer. Meski gempa berpusat di tengah laut, BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami.

Kabupaten Badung menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Gempa tersebut mengakibatkan puluhan bangunan hancur.

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung hingga pukul 17.00 kemarin, gempa berdampak di lima di antara enam kecamatan yang ada. Kecamatan yang dominan terdampak adalah Kuta Selatan. Ada 24 bangunan yang mengalami kerusakan. Termasuk empat korban luka di SD Negeri 1 Ungasan. Para korban mengalami luka robek di kepala karena tertimpa genting.

Seorang warga bernama Made Budi mengaku cukup terguncang dengan getaran gempa. Hal itu mengingatkannya pada gempa yang terjadi pada 14 Juli 1976. “Goyangannya hampir menyamai gempa tahun 1976. Ini yang terbesar setelah gempa 43 tahun silam,” ujarnya.

Advertisement

Gempa juga berdampak pada beberapa bangunan sekolah lain, gapura ITDC, hotel, Mapolsek Kuta Selatan, kantor camat, dan pura. Bandara Ngurah Rai juga mengalami kerusakan di beberapa bagian. “Kami masih melakukan pendataan. Yang urgen harus ditangani dahulu,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung dr Ni Nyoman Ermy Setiari.

Plt Kepala BPBD Badung Wayan Wirya mengatakan, gempa tersebut memicu kerusakan di 36 titik lokasi. “Yang paling banyak rusak itu sekolah. Kalau tempat wisata di Badung, sampai saat ini belum ada laporan terdampak,” ungkapnya.

Menurut laporan yang diterima BPBD Bali, setidaknya lima orang mengalami luka-luka. Lalu, 27 bangunan di beberapa kabupaten/kota di Bali mengalami kerusakan. “Nihil korban jiwa,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Bali Made Rentin kemarin.

Lima korban luka itu, antara lain, terdiri atas dua siswa dan seorang guru di SDN 1 Ungasan, Kuta Selatan, Badung. Mereka terluka di bagian kepala karena tertimpa genting. Kemudian, dua siswa SMPN 5 Mendoyo, Jembrana. Satu di antara dua orang itu bahkan sampai pingsan. Sedangkan satunya lagi mengalami luka lecet.

Rentin menjelaskan, gempa kemarin adalah gempa tektonik di wilayah Samudera Hindia Selatan Bali – Nusa Tenggara. Jika diperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. Hasil analisa mekanisme sumber menunjukkan, gempa dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar. Yang jelas, gempa kemarin tidak ada hubungannya dengan aktivitas Gunung Agung. Sebab, gempa ini merupakan gempa tektonik.

Advertisement

Dia mengatakan, Provinsi Bali merupakan salah satu wilayah Indonesia yang rawan terhadap gempa bumi. Sebab, lokasinya berada di daerah penujaman/subduksi (terutama wilayah pantai selatan Bali) dan zona sesar aktif. Sejarah gempa sendiri terjadi beberapa kali di Bali. Antara lain tahun 1976 di Kabupaten Tabanan, Jembrana, dan Buleleng, yang memakan korban jiwa hingga 470 orang meninggal, 362 luka-luka dan mengakibatkan kerusakan rumah dari ringan hingga berat.

Usia Menentukan Kecerdasan Janin

CEO Gojek Calon Menteri, JK: Indonesia Butuh Entrepreneur Ketimbang Birokrat

Polri Sebut Jaringan JI Sudah Mulai Gabung Parpol

Gempa di Bali juga berdampak serius di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Dari pemantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, gempa mengakibatkan puluhan bangunan, mulai rumah, musala, masjid, sekolah, hingga perkantoran, di sembilan kecamatan rusak. Sembilan kecamatan itu adalah Pesanggaran, Gambiran, Tegaldlimo, Cluring, Srono, Muncar, Glenmore, Blimbingsari, dan Banyuwangi.

Kerusakan terparah terdapat di wilayah Pesanggaran. Di sana ada 67 rumah yang rusak. Selain rumah, dua bangunan sekolah, satu masjid, dan kantor desa juga rusak. ”Atap teras samping masjid ambrol,” ungkap Hamim, 50, takmir Masjid Nurul Islam, Kampung Rajekwesi, Desa Sarongan, Pesanggaran.

Advertisement

Dia menyatakan, panjang atap samping masjid yang ambrol karena gempa itu sekitar 10 meter. Selain itu, ada bangunan yang retak-retak. ”Kerusakannya hanya di bagian atap samping,” ujarnya.

Hamim menyebutkan, gempa di pesisir Pantai Rajekwesi itu membuat warga panik. Banyak yang lari ke bukit lantaran khawatir terjadi tsunami. ”Jarak pantai dengan perumahan penduduk hanya 200 meter,” katanya.

Camat Pesanggaran Hardiono menyampaikan, pihaknya berkoordinasi dengan BPBD Banyuwangi untuk mendata rumah yang rusak akibat gempa tersebut. ”Data rumah yang rusak itu masih diolah lagi,” ujarnya. (jp)

.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}
rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...