Connect with us

Nasional

Detik-detik Pelajar SMA Melahirkan dan Bunuh Bayinya dari Hubungan Gelap

Published

on

Kabarpolitik.com, KUNINGAN– Sepasang muda-mudi harus berurusan dengan aparat kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polres Kuningan, Jawa Barat. Kedua pelajar SMA yang berumur 17 tahun itu ditahan karena menghilangkan nyawa bayi mereka sendiri.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu dibekap hingga meninggal dunia. Untuk menutupi aib dan menghilangkan jejak kejahatan, pelaku laki-laki yang merupakan warga Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, itu sempat membawa bayi ke rumahnya dengan modus menemukan bayi di pinggir jalan. Dia mengira bayi itu masih hidup. Tujuannya agar bayi diurus orang tuanya. Tapi sampai di rumah, orang tuanya terkejut karena bayi itu sudah tak bernyawa.

Kejadian memilukan tersebut terjadi pada Minggu dini hari (21/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Bermula dari kabar menghebohkan adanya temuan bayi di pinggir jalan di Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. Penemuan bayi itu dilaporkan pemerintah Desa Gandasoli kepada Kapolsek Kramatmulya Iptu Junaedi.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti kapolsek dan tim penyidik dengan mendatangi lokasi dan disusul Inafis Polres Kuningan untuk melakukan olah TKP. “Sekitar pukul 02.00 saya dapat laporan, kemudian langsung ke lokasi bersama aparat desa dan juga orang yang pertama mengaku menemukan bayi malang tersebut. Namun saat olah TKP kami menemukan ada beberapa kejanggalan, dan menduga laporan temuan bayi tersebut hanyalah rekayasa,” kata Junaedi.

Beberapa kejanggalan tersebut, kata Junaedi, adalah dari keterangan penemu bayi yang tak sesuai dengan kondisi di lokasi kejadian. Di antaranya adanya temuan bercak darah di motor penemu bayi (pelaku laki-laki), sedangkan di lokasi temuan bayi kondisinya bersih. Tidak ada bekas darah sedikit pun.

Advertisement

“Penemu mengaku menemukan bayi dalam keadaan tergeletak begitu saja di pinggir jalan, lalu dibawa ke rumah dengan terlebih dahulu memasukkan bayi tersebut ke dalam kardus yang ditemukannya tak jauh dari lokasi bayi. Namun saat kami melihat kardus, kondisinya sudah berlumuran darah sisa persalinan, tapi di titik lokasi temuan bayi tidak ada darah sedikit pun. Justru di bodi motor ada terdapat bercak darah,” ungkap Junaedi.

Datangi Polda, Tarzan dan Tessy Ingin Nunung Direhabilitasi

Amin Rais Ingin 55:45, Wasekjen PKB: Baru Datang Kok Ngatur-ngatur

Diwarnai Isu Calon Tunggal di Musda Golkar Sulsel, Pakar: Suksesi Harusnya Melahirkan Pemimpin Baru

Atas kejanggalan tersebut, petugas kemudian membawa penemu bayi itu ke Polsek Kramatmulya untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara mayat bayi mungil itu dibawa petugas ke kamar jenazah RSUD ’45 Kuningan untuk otopsi. “Awalnya pelaku bersikukuh bayi tersebut hasil temuannya. Namun setelah diinterogasi lebih dalam, akhirnya pelaku mengaku bayi tersebut adalah anaknya, hasil hubungan gelap dengan pacarnya,” ujar Junaedi.

Dari keterangan tersebut, polisi kemudian mendatangi rumah pihak perempuan di Kecamatan Cigugur. Petugas pun memeriksa kamar si perempuan. Hasilnya ternyata benar, ditemukan ada bekas-bekas persalinan. Terkuak bahwa persalinan tersebut dilakukan di rumah pelaku perempuan. Pelaku laki-laki diduga membekap bayi sesaat setelah dilahirkan. Upaya itu dilakukan agar bayi tak mengeluarkan suara. Cara itulah yang membuat sang bayi meninggal dunia.

Advertisement

“Pasangan muda-mudi itu pun kami bawa ke Polres Kuningan untuk menjalani pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Beberapa barang seperti kardus, kain, pakaian, dan barang yang digunakan untuk persalinan sudah diamankan sebagai barang bukti. Kasusnya ditangani Unit PPA Polres Kuningan,” papar Junaedi. (jp)

.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}
rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...