Connect with us

Nasional

Orang Dalam

Published

on

Oleh Dahlan Iskan

Kabarpolitik.com– Saya memilih ‘orang dalam’. Untuk menjadi direktur utama berikutnya. Setelah saya diberhentikan dari jabatan itu. Tahun 2011 lalu.

Kebetulan, pemberhentian itu tidak biasa. Lantaran saya harus pindah jabatan. Menjadi sesuatu. Yang berhak mengangkat siapa saja. Untuk menjadi dirut BUMN. Termasuk Dirut PLN setelah saya.

Saya sama sekali tidak melihat perlunya ‘orang luar’. Untuk menjadi pengganti saya. Di PLN banyak sekali orang pintar. Orang baik. Apalagi di bidang listrik. Apalagi bidang sistem kelistrikan.

Saya selalu punya perasaan: orang dalamlah yang paling berhak atas jabatan itu. Sebagai insentif atas prestasi kerja mereka. Sebagai penghargaan. Atas kerja yang melebihi prestasi siapa pun di organisasi itu.

Saya selalu punya perasaan: orang dalam pasti tidak bisa menerima. Kalau yang jadi dirut adalah orang dari luar organisasi.

Advertisement

Paling ringan: menggerundel dalam hati. Tidak ikhlas. Tidak bisa menerima. Manajemen yang baik selalu mengutamakan dulu orang dalam.

Baru kalau sudah benar-benar mentok. Atau tidak ada sama sekali calon dari dalam. Dicarilah orang dari luar. Harus dalam posisi terpaksa.

Saya ‘orang luar’ itu. Masuk ke PLN dengan membawa perasaan seperti itu. Saya gelisah: pasti orang PLN tidak rela saya jadi dirut mereka.

Satu-satunya yang membuat saya tenang adalah: saya sendiri tidak menginginkannya. Saya tidak melamar. Saya tidak merengek. Saya tidak kasak-kusuk.

Saya adalah orang yang ditugasi. Itu pun sudah saya tolak. Berkali-kali. Saya sudah sangat mapan. Saat itu. Saya juga baru sembuh. Saat itu. Dari kanker stadium akhir.

Advertisement

Saya sudah terlanjur berjanji pada diri sendiri. Untuk tidak akan mengais-ngais rezeki lagi.

Ini hanya karena tugas. Dari seorang presiden. Maka saya tidak bisa menolak terus. Dari Presiden SBY.

Dengan perasaan ‘bersalah’ seperti itu saya datang ke kantor pusat PLN. Di hari kedua setelah pelantikan. Dengan menggunakan dasi dadakan. Yang saya pinjam dari Satpam PLN. Satpam itu terpaksa melepas dasi hitamnya. Buru-buru.

Hari itu saya sangat bisa maklum: banyak spanduk dipasang di kantor pusat PLN. Isinya: menolak kedatangan saya. Pagar keliling gedung pun penuh dengan spanduk: mencurigai saya.

Demikian juga di puncak gedung berlantai 17 itu. Saya lirik bunyinya apa saja. Tidak ada yang saya masukkan ke dada. Sekarang pun saya sudah lupa apa saja bunyinya.

Advertisement

Hari pertama kerja itu saya lakukan pertemuan besar. Staf pimpinan hadir. Banyak karyawan yang datang. Saya langsung berdiri. Berbicara. Tidak pakai MC.

“Saudara-saudara, saya minta maaf bahwa saya menjadi direktur utama Anda semua. Tentu saya tidak lebih pintar dari kalian. Apalagi di bidang listrik. Karena itu saya tidak akan lama di sini. Saya sudah mengajukan syarat kepada bapak presiden bahwa saya tidak mau menjabat selama lima tahun. Kian pendek waktunya kian baik”.

Seperti spontan saja. Kalimat itu meluncur begitu saja. Tanpa rencana.

Saya memang minta banyak syarat. Untuk mau diangkat jadi Dirut PLN. Salah satunya: saya hanya mau maksimal tiga tahun.

Saat itu saya baru merintis berdirinya pesantren internasional di Magetan. Untuk memperbaiki madrasah keluarga. Warisan leluhur. Yang lebih 100 jumlahnya. Yang 120.000 santrinya.

Advertisement

Saya harus ikut bertanggung jawab mengembangkannya. Ternyata harus saya tinggalkan. Untuk jadi Dirut PLN.

Dengan perasaan ‘bersalah’ itulah saya menjadi direktur utama. Maka saya bertekad: untuk tidak mengajak satu pun orang dari luar.

Saya sudah punya pengalaman panjang. Bagaimana mengambil alih perusahaan gagal. Selalu saja saya temukan orang-orang hebat di perusahaan gagal itu.

Maka saya juga sangat yakin akan menemukan orang-orang hebat di PLN. Dan saya benar-benar menemukannya. Dengan sangat mudah. Bahkan berlebih.

Hasilnya sangat memuaskan. Krisis listrik cepat teratasi. Calo listrik lenyap dari bumi. Antrean lama hilang dari mayapada: untuk pasang listrik.

Advertisement

Alhamdulilah. Tidak sampai dua tahun saya berada di kedudukan yang salah itu.

Kembangkan Potensi di Jogja, Avrist Assurance Tempati Kantor Baru

Puas, Sebagian Besar Sasaran Fisik TMMD Sudah Selesai

Sekarang ini saya mengucapkan Alhamdulillah sekali lagi. Jabatan Dirut PLN sudah kembali ke ‘orang dalam’. Biar pun sifatnya masih sementara.

Dan kabarnya ia tidak mau ditetapkan jadi dirut yang definitif. Sudah dua ‘orang dalam’ yang diminta mengisi jabatan itu. Namun dua-duanya tidak mau.

Ngeri. Namun saya juga masih mendengar: banyak orang luar yang kasak-kusuk ingin masuk.

Advertisement

Saya tidak melihat ada keadaan terpaksa: yang mengharuskan masuknya orang luar itu.

Entahlah.

Mungkin saja penglihatan saya salah. Sudah enam tahun saya tidak tahu lagi dalamnya PLN. Dan dalamnya utangnya. (***)

.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

The post Orang Dalam appeared first on FAJAR.

Advertisement

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...