Connect with us

Nasional

Rektor Asing, JK Tawarkan Jalan Tengah Sebatas Dekan

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA– Wacana rekrutmen rektor asing untuk memperbaiki kualitas kampus di Indonesia memang menjadi kontroversi. Ada yang mendukung, ada pula yang terang-terangan menolak.rnWakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mencoba mencarikan jalan tengah agar polemik rektor asing tidak berkepanjangan.rnJabatan rektor bagi JK adalah sebuah posisi yang penting dalam suatu universitas. Tidak hanya dalam urusan akademik, seorang rektor juga bertanggung jawab dalam berbagai urusan administrasi yang berkaitan dengan kampusnya. Termasuk kerja sama dengan berbagai pihak di luar lingkungan kampus.rn“Kalau rektor asing bisa bingung dia kan,” tuturnya.rnAtas dasar itu, ketimbang rektor, dia menyarankan untuk merekrut intelektual asing di jabatan yang setingkat di bawahnya. Yakni, dekan fakultas.rn“Kalau dekan, pekerjaannya sangat teknis,” lanjutnya.rnDari jabatan dekan tersebut, jenjang kariernya bisa naik sehingga dia bisa menjadi rektor. Dengan demikian, sivitas akademika tidak akan syok. Rektor asing pun tidak akan syok karena dia sudah mengenal kampus itu sejak menjadi dekan fakultas.rnMenurut JK, tidak perlu khawatir bahwa rektor asing akan memboroskan anggaran. Mengingat, anggaran pendidikan Indonesia 2020 mendatang mencapai Rp 550 triliun.rnLagipula selama ini akademisi Indoensia sudah biasa berhubungan dengan pihak asing. Itu terbukti dari banyaknya mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri.rnMaka, mendatangkan tenaga asing ke kampus Indonesia seharusnya juga bukan hal aneh. “Jauh lebih murah mendatangkan profesornya ke dalam negeri,” tuturnya.rnDi saat bersamaan, peningkatan kualitas rektor dalam negeri juga harus terus dilakukan. Hanya saja, prosesnya butuh waktu lama. Rektor asing akan mempersingkat prosesnya sembari menunggu rektor dalam negeri.rnJK menambahkan, dunia sudah berubah. Maka univeritas di Indonesia juga harus lebih cepat majunya.rnJK berpesan agar bangsa ini tidak cepat mudah merasa hebat. Indonesia memang punya banyak akademisi yang hebat. Namun, perlu ada standar yang lebih tinggi lagi bila ingin naik kelas.rnSementara itu, pengamat pendidikan tinggi Totok Amin Soefijanto menilai, program rektor asing adalah gebrakan positif. Sebuah program berkelanjutan setelah Kemeristekdikti mendorong akademisi untuk meningkatkan publikasi jurnal ilmiah.rnApakah itu saja cukup? Jelas tidak. Kampus negeri tanah air membutuhkan sosok pemimpin berkelas dunia.rn“Pemimpin asing ini ibarat katalisator. Yang sifatnya mempercepat proses peningkatan mutu dan branding perguruan tinggi di Indonesia ke kancah internasional,” terang Totok.rnDia berharap, gaya kepemimpinan dan etos kerja rektor asing yang dibawa ke Indonesia akan mengubah segala sistem kampus yang buruk menjadi simpel.rnIngat, tujuan pemerintah adalah membawa nama kampus, bukan perseorangan. Guna meningkatkan ranking, butuh pamor.

 

Tidak hanya akademis, kemampuan berjejaring dengan komunitas peneliti dan kampus internasional sangat penting.rnRektor harus memiliki kemampuan marketing yang handal. Mempromosikan kampusnya untuk menarik minat mancanegara, terutama sektor industri.rn“Kemampuan rektor layaknya businessman memang. Nah, ini yang jarang dimiliki akademisi Indonesia,” katanya.rnKampus harus memiliki usaha. Bekerja sama dengan perusahaan. Misalnya, memberdayakan dosennya untuk riset teknologi jika bekerja sama dengan perusahaan IT, atau riset obat-obatan jika bekerja sama dengan perusahaan farmasi. Dengan begitu, hasil riset akan tepat guna dengan kebutuhan industri.rnSelama ini, suara penolakan dari beberapa kampus memang gencar terdengar. Totok menilai itu wajar. Mungkin, mereka kaget dengan inovasi maupun terobosan program baru yang dicanangkan pemerintah.rn“Ini tugas Kemenristekdikti selanjutnya untuk gencar sosialisasi. Ngobrol makan siang bersama pejabat kampus. Menjelaskan maksud, latar belakang, dan tujuan. Diskusilah. Saya yakin satu kali makan siang selesai,” ujar dosen Universitas Paramadina itu. (jp)

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...