Connect with us

Politik

Rina Saadah Dorong Anak Muda Masuk Ekosistem Pertanian

Published

on

Regenerasi petani menjadi salah satu tantangan penting bagi masa depan pertanian Indonesia. Di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan pangan, keterlibatan generasi muda dinilai tidak cukup hanya dengan mengajak mereka turun ke sawah, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk masuk ke seluruh ekosistem pertanian.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rina Saadah, mendorong generasi muda melihat pertanian sebagai sektor ekonomi yang memiliki ruang luas untuk teknologi, kewirausahaan, pengolahan hasil, pemasaran hingga agribisnis.

Hal itu disampaikan Rina dalam audiensi bersama Ruang Upgrade Indonesia (RUNDING) di Ruang Rapat Fraksi PKB DPR RI, Kamis (24/9/2026).

Data Sensus Pertanian 2023 menunjukkan jumlah petani milenial berusia 19–39 tahun mencapai sekitar 6,18 juta orang atau 21,93 persen dari petani Indonesia. BPS juga mendefinisikan petani milenial atau modern sebagai petani berusia 19–39 tahun dan/atau petani yang adaptif terhadap teknologi digital maupun alat mesin pertanian modern.

Menurut Rina, angka tersebut menunjukkan bahwa ruang bagi generasi muda sebenarnya sudah terbuka. Tantangannya adalah bagaimana membuat sektor pertanian memiliki daya tarik ekonomi dan ekosistem yang memungkinkan anak muda berkembang.

Advertisement

“Kita menghadapi salah satu persoalan besar, yaitu krisis regenerasi petani. Karena itu, dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, kita membutuhkan anak-anak muda untuk mengisi ruang tersebut,” kata Rina.

Ia menilai persepsi bahwa pertanian identik dengan pekerjaan konvensional di sawah dan ladang perlu diubah.

Pertanian, kata dia, merupakan sebuah rantai ekonomi yang panjang. Anak muda dapat mengambil peran sebagai pengembang teknologi, pendamping petani, pengelola pemasaran, pembangun merek, pengolah hasil pertanian, distributor hingga pelaku agribisnis.

“Anak-anak muda tidak harus semuanya turun langsung ke sawah atau mengalami pekerjaan pertanian secara konvensional. Mereka bisa mengambil peran dalam ekosistem pertanian, mulai dari pendampingan kepada petani, teknologi, pemasaran, branding, sampai pengembangan agribisnis,” ujarnya.

Bagi Rina, pendekatan tersebut penting karena tantangan pertanian Indonesia tidak hanya berada pada sisi produksi. Akses terhadap lahan, teknologi, pembiayaan, pasar, hingga kemampuan meningkatkan nilai tambah juga menentukan daya tarik sektor pertanian bagi generasi baru.

Advertisement

Persoalan lahan menjadi salah satu tantangan yang cukup nyata. Data BPS dari Sensus Pertanian 2023 mencatat jumlah petani gurem yaitu petani dengan penguasaan lahan kurang dari 0,5 hektare, mencapai 16,89 juta rumah tangga. Di Jawa Barat sendiri, jumlah petani gurem tercatat sekitar 2,55 juta dari 3,14 juta petani pengguna lahan pertanian.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa regenerasi tidak bisa dilepaskan dari persoalan skala ekonomi usaha tani.

“Kalau kita ingin anak muda masuk ke pertanian, jangan hanya mengatakan bahwa mereka harus menjadi petani. Kita juga harus memastikan ada ekosistem usaha yang membuat mereka melihat pertanian sebagai peluang,” kata Rina.

Direktur Pertanian RUNDING, Alif Tri, menyebut sedikitnya terdapat sejumlah tantangan yang perlu dijawab untuk menarik lebih banyak anak muda ke sektor pertanian, mulai dari persepsi, akses lahan, permodalan, teknologi hingga pasar.

Menurut Alif, persoalan modal juga tidak seharusnya menjadi titik awal ketika anak muda ingin masuk ke sektor pertanian.

Advertisement

“Kita perlu melakukan riset lebih dulu, apa yang dibutuhkan, apa yang ingin dikerjakan, bagaimana model usahanya, dan bagaimana potensinya. Setelah itu, baru kita membicarakan kebutuhan modal dan pembiayaannya,” ujarnya.

Selain itu, teknologi dinilai dapat menjadi pintu masuk penting bagi generasi muda. Perkembangan teknologi memungkinkan keterlibatan anak muda tidak selalu berada di tingkat produksi, tetapi juga dalam pengelolaan data, pemasaran digital, efisiensi rantai pasok dan pengembangan model bisnis pertanian.

Persoalan pasar juga menjadi perhatian. Rantai distribusi yang panjang dapat membuat nilai ekonomi yang diterima petani berbeda jauh dari nilai produk ketika sampai kepada konsumen.

Karena itu, menurut Rina, regenerasi petani harus dipahami sebagai agenda membangun ekosistem pertanian lintas generasi.

Generasi yang lebih senior memiliki pengalaman dan pengetahuan lapangan, sementara generasi muda dapat membawa teknologi, inovasi, model bisnis, serta perspektif baru.

Advertisement

“Yang dibutuhkan adalah kolaborasi. Pengalaman para petani yang sudah lama berkecimpung di sektor ini harus bertemu dengan energi, teknologi, dan kreativitas anak-anak muda,” tutur Rina.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pertanian ke depan semakin kompleks, termasuk perubahan iklim yang dapat memengaruhi produktivitas dan ketahanan pangan.

Indonesia, dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, membutuhkan sistem pangan yang tidak hanya mampu menghasilkan produksi, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang siap meneruskan dan mengembangkan sektor tersebut.

Dalam konteks itu, Rina melihat komunitas seperti RUNDING dapat menjadi salah satu jembatan untuk mempertemukan generasi muda dengan petani, pemerintah, dunia usaha, teknologi dan berbagai akses pengembangan usaha.

“Jangan sampai anak muda hanya melihat pertanian sebagai sektor masa lalu. Pertanian justru harus kita hadirkan sebagai bagian dari masa depan,” katanya.

Advertisement

Pada akhirnya, menurut Rina, regenerasi pertanian bukan semata soal siapa yang akan menggantikan petani hari ini, tetapi siapa yang akan membawa pertanian Indonesia ke tingkat berikutnya.

Karena itu, keterlibatan anak muda perlu dibangun bukan sekadar sebagai tenaga kerja baru di sektor pertanian, melainkan sebagai pelaku inovasi, pengusaha, pengembang teknologi dan pencipta nilai tambah dalam ekosistem pangan Indonesia.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulyadi Minta DJP Tinjau Metode Penetapan Target Penerimaan di Jawa Barat Mulyadi Minta DJP Tinjau Metode Penetapan Target Penerimaan di Jawa Barat
Politik19 menit ago

Mulyadi Minta DJP Tinjau Metode Penetapan Target Penerimaan di Jabar

Anggota Komisi XI DPR RI Mulyadi meminta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meninjau metode penetapan target penerimaan pajak di Jawa Barat....

Komisi XIII Dorong Pembinaan Keterampilan dan Kemudahan Integrasi Sosial Warga Binaan Komisi XIII Dorong Pembinaan Keterampilan dan Kemudahan Integrasi Sosial Warga Binaan
Politik21 menit ago

Fransiskus Maria Agustinus Sibarani Dorong Pembinaan Keterampilan dan Kemudahan Integrasi Sosial Warga Binaan

Komisi XIII DPR RI mendorong penguatan pembinaan keterampilan dan kemudahan akses hak integrasi sosial bagi warga binaan yang memenuhi persyaratan....

Komisi I Tinjau Kesiapsiagaan Kogabwilhan II Balikpapan Perkuat Jalur Strategis ALKI II Komisi I Tinjau Kesiapsiagaan Kogabwilhan II Balikpapan Perkuat Jalur Strategis ALKI II
Politik22 menit ago

Komisi I DPR RI Tinjau Kesiapsiagaan Kogabwilhan II Balikpapan Perkuat Jalur Strategis ALKI II

Komisi I DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Reses ke Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kunjungan ini...

Kasus Pesta Narkoba di Rutan Depok, Komisi XIII Soroti Integritas Petugas Kasus Pesta Narkoba di Rutan Depok, Komisi XIII Soroti Integritas Petugas
Politik2 hari ago

Kasus Pesta Narkoba di Rutan Depok, Andreas Hugo Pareira Soroti Integritas Petugas

Komisi XIII DPR RI mendorong pembenahan menyeluruh terhadap sistem pemasyarakatan menyusul terungkapnya kasus pesta narkoba yang melibatkan narapidana di Rumah...

Dokumentasi Sejarah Penting Perkuat Hak Masyarakat Adat Dokumentasi Sejarah Penting Perkuat Hak Masyarakat Adat
Politik2 hari ago

Andi Yuliani Paris: Dokumentasi Sejarah Penting Perkuat Hak Masyarakat Adat

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Andi Yuliani Paris menyoroti pentingnya pendokumentasian sejarah, nilai luhur, dan kearifan lokal masyarakat adat...

Perlancar Proses Penyusunan, Delapan Fraksi Setujui Bahtra Jadi Ketua Panja RUU Pemilu Perlancar Proses Penyusunan, Delapan Fraksi Setujui Bahtra Jadi Ketua Panja RUU Pemilu
Politik2 hari ago

Bahtra Banong Jadi Ketua Panja RUU Pemilu

Komisi II DPR RI resmi membentuk Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemilihan Umum (Pemilu) sekaligus menetapkan Bahtra...

Usut Tuntas Dugaan Praktik Judol di Rumah Dinas TNI, Periksa Secara Transparan! Usut Tuntas Dugaan Praktik Judol di Rumah Dinas TNI, Periksa Secara Transparan!
Politik2 hari ago

Usut Tuntas Dugaan Praktik Judol di Rumah Dinas TNI, Sukamta: Periksa Secara Transparan!

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mendesak pengusutan menyeluruh terhadap kasus dugaan praktik judi online (judol) yang berlangsung di...

Setjen DPR Perkuat Standardisasi Penyusunan Risalah Persidangan lewat Sosialisasi Pedoman Teknis Setjen DPR Perkuat Standardisasi Penyusunan Risalah Persidangan lewat Sosialisasi Pedoman Teknis
Politik2 hari ago

Setjen DPR RI Perkuat Standardisasi Penyusunan Risalah Persidangan lewat Sosialisasi Pedoman Teknis

Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mendorong penguatan profesionalisme dan keseragaman standar teknis dalam penyusunan risalah rapat maupun persidangan di lingkungan...

Puan Hadiri Pemilihan Ketua Parlemen Dunia, Disambut Hangat Delegasi Negara Lain Puan Hadiri Pemilihan Ketua Parlemen Dunia, Disambut Hangat Delegasi Negara Lain
Politik2 hari ago

Puan Maharani Hadiri Pemilihan Ketua Parlemen Dunia, Disambut Hangat Delegasi Negara Lain

Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-153 di Arusha, Tanzania. Selain sidang tahunan, forum parlemen...

Di Forum Parlemen Dunia, Irine Dorong Penguatan Keamanan Maritim Global Di Forum Parlemen Dunia, Irine Dorong Penguatan Keamanan Maritim Global
Politik2 hari ago

Di Forum Parlemen Dunia, Irine Yusiana Roba Putri Dorong Penguatan Keamanan Maritim Global

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri mendorong penguatan keamanan maritim untuk menghadapi...