Connect with us

Nasional

Aulia Kesuma Utang Rp10 Miliar, Pemicu Bakar Suami dan Anak

Published

on

Kabarpolitik.com, SUKABUMI — Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi menyebutkan Aulia Kesuma (AK), 35, menyewa dua pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa suaminya, Edi Candra alias Pupung Sadeli, dan anak tirinya, M Adi Pradana (23), lantaran terbelit utang.

Pembunuhan dilakukan untuk memburu harta warisan demi membayar utang.

Berdasarkan keterangan, Nasriadi mengungkapkan, Aulia Kesuma memiliki hutang sebesar Rp10 miliar.

“Jadi yang bersangkutan memiliki utang Rp10 miliar, terdiri dari dua bank, bank A Rp7 miliar dan bank B 2,5 miliar. Sedangkan sisanya Rp500 juta adalah utang dia dari kartu kredit,” kata Nasriadi.

Atas perbuatannya, tersangka Aulia Kesuma pun terancam dijerat pasal 340 dan atau 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.

Advertisement

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan pihaknya sepakat penyidikan kasus pembunuhan dilakukan oleh Polda Metro Jaya. Alasannya, pelaku pembunuhan beralamat dan perencanaan pembunuhan berlokasi di Jakarta.

“Di Jawa Barat hanya membuang jenazah dan membakar saja. Jadi kita sepakat dengan Kejaksaan, ini akan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya secepat mungkin,” kata Rudy di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (29/8).

Subdit Jatanras Dirreskrimum Polda Metro Jaya mulai melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait kasus pembunuhan terhadap ayah dan anak di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Total sudah 5 saksi diperiksa. Mereka merupakan tetangga korban.

“Kita sudah memeriksa beberapa saksi, sekitar 5 yaitu saksi tetangga rumah korban yang mendengar atau mengetahui atau melihat (kejadian),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/8).

Di sisi lain, penyidik saat ini masih menunggu tersangka utama Aulia Kesuma (AK), istri muda korban Pupung untuk dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Sebab yang bersangkutan masih dalam tahanan Polres Sukabumi. Nantinya dia akan kembali diperiksa terkait kasus pembunuhan ini. “Kita masih menunggu tersangka yang dari Sukabumi (AK). Kita sudah komunikasikan, nanti akan dilimpahkan ke Jakarta,” ucap Argo.

Advertisement

Argo menuturkan, keterangan Aulia Kesuma sangat dibutuhkan penyidik. Sebab akan memperjelas runtutan peristiwa ini. Begitu pula bagaimana Aulia Kesuma bersama para eksekutor merencanakan pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya.

Pemeriksaan ulang terhadap Aulia Kesuma juga dilakukan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang mungkin terlibat pembunuhan ini. Termasuk peran mantan pembantu AK yang diduga berperan mengenalkan Aulia Kesuma dengan dua eksekutor. “Setelah kita selesai, kita rekonstruksikan. Biar nanti bisa jelas seperti apa peran daripada masing-masing tersangka,” tambah Argo.

Mohammad Najib bin Abdul Razak Salahkan Low Taek Jho

APCA Indonesia Hadirkan Menu Tradisional Sarat Memori Berbalut Modernitas

Kabinet Jokowi 2019-2024, Megawati: Saya Sih Menunggu Dulu

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Bikin Gempar Dunia

Advertisement

Anggota TNI Serda Rikson Diserang di Mobil, Senjata Dirampas

Sementara itu, tersangka KV yang merupakan keponakan Aulia Kesuma (AK) sampai sekarang belum diperiksa penyidik. Sebab, dia masih mendapat perawatan akibat luka bakar yang dideritanya akibat tersambar api saat membakar korban di Sukabumi. “Masih sakit (belum diperiksa), nanti kalau ditanya apakah sehat jasmani dan rohani, masih sakit,” tukas Argo.

Diketahui, warga Jalan Cidahu-Parakansalak Sukabumi, Jawa Barat dihebohkan dengan terbakarnya sebuah mobil dengan nomor polisi B2983SZH, Minggu (25/8). Pasalnya, saat api berhasil dipadamkan, ditemukan dua mayat pria. Mereka teridentifikasi ayah dan anak berinisial ECP, alias Pupung, 54 dan D, 23. Keduanya merupakan warga Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian mengatakan, dari keterangan sementara yang didapat dari dua pelaku intelektual kasus ini, Aulia Kesuma (AK), 35 dan anaknya, KV, mereka menyatakan membunuh korban dengan racun dan miras.

Racun itu diberikan kepada ECP dicampur di dalam minuman, di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sedangkan D dicecoki miras oleh KV hingga pingsan. Saat tak sadarkan diri, D langsung dibekap hingga tewas. Tersangka Aulia Kesuma diketahui merupakan istri dari ECP. (jpnn-jp)

Advertisement

The post Aulia Kesuma Utang Rp10 Miliar, Pemicu Bakar Suami dan Anak appeared first on FAJAR.

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...