Connect with us

Nasional

Hasil Pengembangan, Oknum Polisi Maje’ne itu Sengaja Lakukan Tembakan

Published

on

Kabarpolitik.com,MAROS– Penyidik Satreskrim Polres Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), nyaris menjadi bulan-bulanan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Maros.

Hal inj terjadi setelah oknum kepolisian dari Polres Maje’ne diduga melakukan penembakan di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kabupaten Maros.

Informasi yang dihimpun menyebutkan jika kronologis penembakan ini diduga terjadi saat tiga orang penyidik Polres Maje’ne melakukan pengembangan kasus tindak pidana penipuan dengan modus menggunakan media sosial yang mencatut nama Kapolres Majene, AKBP Asri Effendy.

Dimana dugaannya kasus ini dikendalikan dari dalam Lapas kelas IIA Maros.

Tetapi saat sementara melakukan penyelidikan terhadap napi, Saiful, Nur dan Ibrahim oknum Kasat Reskrim Polres Maje’ne, AKP Pandu Arief Setiawan diduga melepaskan tembakan di sekitar lapangan  Lapas Maros. 

Advertisement

Dimana tembakan peringatan sebanyak dua kali dilakukan setelah oknum Kasat Reskrim mendapat telepon dari penyidik yang sementara melakukan penggeledahan di blok napi yang diduga terlibat kasus ini. Penyidik ini terjebak diantara kerumunan napi. Napi tersebut bahkan meneriakkan kata-kata “bunuh polisi, bakar polisi.”

Salah seorang warga binaan, Rudi alias Kuda mengatakan jika kejadiannya sore hari.

Dimana para warga binaan tengah sibuk  antre untuk mandi dan sebagiannya lagi sedang salat. 

“Jadi dia menjemput temannya yang ada di blok. Dia membawa senjata, menembak baru kita lagi tunggu air ini. Dia langsung marah-marah dan bilang kalau temannya di massa, padahal tidak diapa-apa. Hanya disuruh keluar. Sehingga ia menembak dua kali,” katanya.

Bahkan ia mengaku mendapat perbuatan tak menyenangkan dari oknum polisi. saat ditegur untuk tidak menembak.

Advertisement

“Sekitar enam kali menembak. Dia juga sempat menembak ke samping mengarah ke masjid. Pas ditelinga kiri saya, jadi saya tegur. Tapi saya dipukul pakai gagang pistol. Sampai dada saya memar,” aku Rudi yang saat itu membawa ember dan mengantre mengambil air.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Maros, Indra S Mokoagow membantah adanya dugaan penganiayaan atau pengeroyokan oleh napi terhadap tiga orang penyidik Polres Maje’ne ini.

Pasalanya prose pemeriksaan awalnya berjalan lancar sampai akhirnya terjadi aksi penembakan dan membuat napi keluar dan terjadi aksi kejar-kejaran dan pelemparan.

“Mendengar tembakan itu semua warga binaan yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Mereka kemudian keluar ke blok karema mendengar tembakan dan secara  spontan ambil batu dan melempar ke penyidik itu. Sehingga terjadilah kejar-kejaran, oknum polisi terjatuh dan terjadilah pelemparan-pelemparan. Jadi tidak ada pengeroyokan,” bantahnya. 

Kejadian itu berlangsung lima menit, selanjutnya diamankan kemudian selesai.

Advertisement

Dia mengatakan dari pihak Lapas tak ada yang mengalami luka. Sementara tiga anggota polisi luka karena terjatuh. 

“Bukan dipukul ataupun dikeroyok. Lukanya juga karena terjatuh saja. Jadi semuanya selamat, tidak ada yang sampai patah tulang,” sebutnya.

Dijelaskan Indra, salah satu Standar Operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan di Lapas Kelas IIA Maros, siapapyn dilarang membawa senjata ke dalam lapas.

Olehnya itu dia menyayangkan tindakan Kasat Reskrim Polres Maje’ne yang membawa senjata jenis pistol saat memasuk area lapas Maros. 

“Kalau berdasarkan SOP yang berlaku di tempat ini, memang tidak dibenarkan untuk membawa senjata. Jangankan tamu, petugas sipir saja tidak dibolehkan membawa senjata. Karena memang itu dianggap membahayakan,” pungkasnya.(Rin)

Advertisement

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...