Politik
Azis Subekti Tekankan Reforma Agraria Harus Berujung pada Kesejahteraan
Published
2 jam agoon
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Azis Subekti, mendorong agar Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria tidak hanya mengatur penataan aset, tetapi juga memastikan adanya pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, reforma agraria tidak boleh berhenti pada redistribusi tanah dan penerbitan sertifikat.
Azis menilai keberhasilan reforma agraria harus dilihat dari sejauh mana tanah yang diberikan mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
“Reforma agraria bukan sekadar memberikan alas hak kepada seseorang dalam dokumen pertanahan. Tanah harus menjadi sumber penghidupan yang membuat rakyat lebih berdaya, memiliki kekuatan produksi, dan memperoleh bagian yang adil dalam rantai ekonomi,” kata Azis, Senin (14/9/2026).
Seperti diketahui, RUU Reforma Agraria telah disahkan sebagai RUU inisiatif DPR. Regulasi tersebut antara lain diarahkan untuk mengurangi ketimpangan kepemilikan tanah, menyelesaikan konflik agraria struktural, serta melindungi hak atas tanah bagi petani penggarap, buruh tani, nelayan, masyarakat adat, perempuan, dan kelompok marginal.
RUU tersebut juga mengatur redistribusi tanah bagi masyarakat yang tidak memiliki tanah, rehabilitasi hak atas tanah, serta dukungan ekonomi bagi penerima redistribusi agar tanah dapat memberikan manfaat nyata. Perlindungan terhadap tanah ulayat dari penguasaan sepihak juga menjadi bagian yang diperhatikan.
Azis menegaskan, redistribusi maupun restitusi tanah harus diikuti akses pembiayaan, sarana produksi, teknologi, pendampingan usaha, kelembagaan koperasi, hingga kepastian pasar.
“Tanpa dukungan itu, penerima tanah tetap berada dalam posisi ekonomi yang lemah dan rentan kembali kehilangan asetnya,” jelas Pejuang Politik Fraksi Gerindra DPR RI tersebut.
Karena itu, Azis mendorong kawasan reforma agraria dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi rakyat sesuai potensi masing-masing wilayah. Menurutnya, tanah harus dipadukan dengan modal, pengetahuan, teknologi, pasar, dan kelembagaan ekonomi agar mampu menjadi sumber kekuatan ekonomi masyarakat.
“Tanah tidak boleh dibiarkan bekerja sendirian. Ia harus dipertemukan dengan modal, pengetahuan, teknologi, pasar, dan kelembagaan ekonomi rakyat. Di situlah reforma agraria berubah dari pembagian aset menjadi jalan pemberdayaan,” ungkap legislator dari Dapil Jawa Tengah VI itu.
Sebagai Anggota Panitia Khusus (Pansus) Reforma Agraria sekaligus Panitia Kerja (Panja) RUU Reforma Agraria, Azis juga menilai perlindungan tanah hasil redistribusi tidak cukup hanya melalui larangan pengalihan. Negara, menurutnya, perlu menghadirkan perlindungan ekonomi agar masyarakat mampu mempertahankan dan mengelola tanah secara produktif.
“Reforma agraria baru menemukan maknanya ketika tanah tetap berada dalam kendali rakyat, tumbuh menjadi kekuatan ekonomi, dan menghadirkan kesejahteraan lintas generasi,” pungkasnya.
Andi Amar Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Bone
M. Husni Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Sinabung
KM Virgo Transport 8 Tenggelam, Danang Wicaksana Desak Kemenhub Investigasi Menyeluruh
Azis Subekti Tekankan Reforma Agraria Harus Berujung pada Kesejahteraan
Sungai Mahakam Surut, DPD Gerindra Kaltim Kirim 1.500 Paket Sembako ke Pedalaman
Usai Hadiri KTT BRICS, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air
Presiden Prabowo Dorong BRICS Ubah Tantangan Menjadi Peluang Ekonomi
Presiden Prabowo: Suara Global South Harus Didengar dalam Menentukan Masa Depan Dunia
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

