Connect with us

Politik

Bambang Haryo Desak Pemerintah Audit Harga Gas Alam di Indonesia yang Terlalu Tinggi

Published

on

Pemerintah masih mengkaji kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar 6 Dollar Amerika per MMBTU untuk tujuh sektor industri, setelah sempat mencuat wacana penghapusan subsidi HGBT. Padahal, gas merupakan komponen biaya utama dalam industri.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengatakan sudah saatnya pemerintah melakukan audit terhadap penetapan harga gas alam di Indonesia, baik untuk industri maupun masyarakat. Menurutnya, harga gas Indonesia terlalu tinggi dibandingkan harga internasional yang hanya 3,21 Dollar Amerika per MMBTU.

“Kita salah satu penghasil gas alam terbesar di dunia, dan baru-baru ini ditemukan sumber gas di Aceh yang 18 kali lebih besar dari Arab Saudi. Seharusnya harga gas alam di Indonesia setara dengan Arab Saudi, yaitu 0,5 Dollar Amerika per MMBTU,” kata Bambang, Senin (16/12/2024).

Bambang menjelaskan harga gas subsidi hanya berlaku untuk tujuh sektor industri, seperti pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet, dengan harga 6 USD per MMBTU. Sementara itu, harga gas non-subsidi mencapai 11-12 Dollar Amerika per MMBTU.

“Bandingkan dengan harga gas di Malaysia 4,5 Dollar Amerika per MMBTU, Thailand 5,5 Dollar Amerika, dan Vietnam 6,39 Dollar Amerika. Indonesia jauh lebih mahal. Bagaimana industri kita bisa bersaing jika harga gas dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi?” ujarnya.

Advertisement

Bambang juga menyoroti dampak pada sektor pertanian, terutama industri pupuk, yang 70 persen biayanya berasal dari gas alam. Jika subsidi HGBT dicabut, harga pupuk bisa melonjak dua kali lipat, yang akan berdampak pada harga beras dan produksi pertanian.

“Saya yakin pemerintah Prabowo Gibran akan mempertimbangkan untuk tidak mencabut subsidi HGBT dan menetapkan harga gas alam untuk semua industri sebesar 6 Dollar Amerika per MMBTU. Ini akan menurunkan harga produk industri, meningkatkan daya beli masyarakat, dan memperbaiki iklim usaha di Indonesia,” ungkapnya.

“Harapan saya, pemerintah segera menghitung ulang harga gas yang wajar demi kemajuan ekonomi Indonesia,” pungkas Bambang Haryo.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...