Connect with us

Nasional

Bangun 1.200 Huntara untuk Sulteng, Desember Bisa Dihuni 116 Unit

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 1.200 hunian sementara (huntara) di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah. Di antara 1.200 unit itu, 116 huntara tengah diselesaikan. Juga, 116 unit tersebut dapat dihuni mulai pertengahan Desember.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa jajarannya berusaha keras mempercepat pembangunan. Karena itu, tiap-tiap kontraktor dari BUMN (badan usaha milik negara) karya terus menambah tenaga kerja. Dengan begitu, pekerjaan bisa digarap hingga malam.

Model huntara yang dibangun itu knockdown. Hunian tersebut berukuran 12 x 26,4 meter persegi dan dibagi menjadi 12 bilik. Setiap bilik akan dihuni satu keluarga. Tiap unit huntara diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 500 juta. Huntara bakal dilengkapi dengan 4 toilet, 4 kamar mandi, tempat mencuci, dan dapur. Juga, tiap bilik difasilitasi listrik 450 watt. “Rencananya, pertengahan Desember pengungsi sudah bisa masuk ke huntara,” kata Basuki.

Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto menambahkan, untuk 1.200 huntara yang direncanakan, lokasi yang sudah terverifikasi tersebar di 48 titik. Yakni, 9 lokasi di Donggala, 21 lokasi di Palu, dan 18 lokasi di Sigi.

Dari jumlah tersebut, 506 huntara sudah memiliki rencana tata letak. Juga, 116 huntara di antaranya segera terealisasi. “Secara keseluruhan, dari target 1.200 unit, telah tercapai progres fisik sebesar 19,27 persen,” terang Arie.

Advertisement

Bukan hanya huntara, Kementerian PUPR juga membangun sekolah PAUD dan SD. Selain itu, ada ruang terbuka untuk kegiatan warga. “Kami buat senyamannya karena digunakan dalam jangka waktu cukup lama,” papar Arie. Perkiraan PUPR, para pengungsi bisa tinggal 1 sampai 2 tahun sambil menunggu relokasi hunian tetap selesai.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo alias Pasha menyampaikan rencana relokasi permukiman warga ke kantor Kementerian Sosial (Kemensos) kemarin (13/11). Pasha mengatakan, Pemkot Palu maupun Pemprov Sulteng masih menunggu pengkajian titik lokasi yang pas untuk pembangunan hunian tetap (huntap). “Yang diusulkan Pemkot Palu berada di daerah Tondo,” katanya.

Namun, ada hambatan ketika membangun hunian tetap di daerah Tondo. Sebab, lahan yang diincar Pemkot Palu di Tondo bersifat hak guna bangunan (HGB). Karena itu, dia berharap Presiden Joko Widodo bersedia memfasilitasi urusan tersebut. Pasha menjelaskan, rencananya, huntap yang dibangun sebanyak 10 ribu unit. “Untuk menampung hunian sebanyak itu, dibutuhkan lahan seluas 400 sampai 500 hektare,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terus mengevaluasi kondisi Sulawesi Tengah pascabencana gempa bumi dan tsunami. Kemarin JK memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri PUPR Basuki. Mereka membahas perencanaan tata ruang kota. Termasuk, relokasi bagi warga dan daerah yang tak boleh dibangun karena masuk wilayah merah akibat likuefaksi.

“Nanti kami minta laporan dari gubernur (Sulteng). Setelah itu, mulai Januari harus kami bangun,” kata JK yang menjadi komandan untuk penanganan pascagempa di Sulteng.

Advertisement

JK menambahkan, sebelum pembangunan tersebut, peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah harus selesai terlebih dahulu. Karena itu, dia meminta pembuatan perda tersebut dipercepat. Selain itu, semua izin, antara lain dari DPRD dan Badan Geologi Kementerian ESDM, harus tetap didapatkan.

“Kalau 1,5 bulan dia (gubernur Sulteng, Red) lapor (perda selesai, Red) sama saya, ya mulai Desember lah untuk tanda tangani semua di sini (kantor Wapres, Red), bersama,” tegasnya. (tau/wan/jun/c11/fim/JPC)

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...