Nasional
Bawakan Kuliah Umum di STMIK Handayani Makassar, Andi Mariattang akan Kupas Politik Perempuan
Kabarpolitik.com, MAKASSAR – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Andi Mariattang akan memberikan kuliah umum bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Hadayani Makassar, hari ini, Senin (5/11).
Kuliah Umum yang disampaikan di hadapan 100 mahasiswa di aula STMIK Handayani Makassar ini mengambil tema peran politik perempuan dalam pembangunan nasional.
Menurut Andi Mariattang, politik perempuan saat ini sangat dibutuhkan sebagai agen pembaharuan di berbagai kehidupan masyarakat dan aktif merumuskan kebijakan. “Hal ini, perlu disampaikan ke kalangan mahasiswa sebagai penerus tongkat estafet kepemimpinan,” katanya.
Dia menjelaskan, perjuangan perempuan dalam mendapatkan hak politik baik untuk memilih atau dipilih dalam pemilu merupakan hasil dari perjuangan pergerakan politik perempuan, baik itu di tingkat nasional atau daerah.
Mariattang mengatakan bahwa pencapaian pergerakan politik perempuan pada era reformasi adalah dilegalkannya kebijakan afirmasi 30% keterwakilan perempuan di lembaga legislatif pada Pemilu 2004 dan berlangsung hingga saat ini.
Dia menjelaskan, hasil Pemilu 2014, keterwakilan perempuan di DPR RI sebesar 17.32% atau terdapat 97 anggota legislatif perempuan dari 560 anggota DPR RI. Di tingkat Provinsi atau DPRD Provinsi, keterwakilan perempuan hanya mencapai 16,43% atau sebanyak 350 anggota legislatif perempuan dari 2.130 anggota DPRD Provinsi se-Indonesia.
Adapun keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten/Kota adalah sebesar 14% atau terdapat 2.296 anggota legislatif perempuan dari total sebanyak 16.883 anggota DPRD Kabupaten/Kota.
Untuk tingkatan senat atau DPD (Dewan Perwakilan Daerah) keterwakilan perempuan sebesar 25,74% atau terdapat 34 perempuan dari 132 senator. “Hal Ini sebagai bukti bahwa posisi perempuan di petas politik nasional dan daerah cukup diperhitungkan,” jelasnya.
Dia sangat optimis dengan banyaknya perempuan yang ada di parlemen maka dapat mewujudkan keseimbangan antara perempuan dan laki-laki, khususnya di bidang politik dan pengambilan keputusan. Dengan peran perempuan Indonesia akan jauh lebih maju.
Andi Mariattang berharap mahasiswa dan perguruan tinggi untuk dapat sama-sama membasmi politik uang sebagai langkah preventif mencegah korupsi di parlemen. Karena perempuan punya integritas terkadang terampas hanya karena faktor modal. (yon)
rn
source


