Nasional
Bela Menko Luhut, Ferdinand: Jangan Bikin Malu Karena Pemahaman Sempit
Kabarpolitik.com, JAKARTA- Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim pandemi covid di Indonesia masih terkendali. Padahal kenyataannya, hingga saat ini jumlah kasus aktif dan jumlah kematin semakin bertambah. Pernyataan Luhut tersebut akhirnya menulai polemik. Dia di-bully oleh sejumlah pengamat dan politikus.
Menanggapi itu, aktivis politik, Ferdinand Hutahean memberikan penjelasan. Mantan kader Partai Demokat ini menilai, pernyataan Luhur tersebut sengaja dipilitisasi. Menurutnya, yang dimaksud terkendali bukan berarti angka covid-19 sudah dikendalikan.
“Apa yang dimaksud oleh Luhut terkendali dipahami salah dan sempit. Pihak yang mempolitisasi hanya mengambil makna dari angka positif covid yang masih terus naik setiap hari,” kata Ferdinand lewat keterangan tertulisnya, Kamis (15/7).
Ferdinand bilang, yang dimaksud Luhut adalah pemerintah mengendalikan pandemi dengan membantu masyarakat yang terdampak. Seperti fasliltas rumah sakit hingga bantuan sosial kepada masayarakat.
“Misalnya penyediaan dan penambahan fasilitas Rumah Sakit Darurat, penyaluran bantuan kepada masyarakat, penyediaan kekurangan oksigen, penyediaan obat-obatan, pengendalian aktivitas masyarakat, penyekatan dan berbagai hal yang harus diintegrasikan dalam menanggulangi covid. Semua terkendali dan terintegrasi,” ujarnya.
Ferdinand menilai, bahwa orang yang berifikir ucapa Luhut terkait angka positif Covid-19 merupakan pemikiran yang sempit.
“Orang-orang yang berupaya menyerang pemerintah dengan mempolitisasi yang tak patut dipolitisasi apalagi pemahaman yang rendah terhadap pernyataan pak Luhut,” katanya.rn(Fajar)rn


