Connect with us

Jabodetabek

Demo di Polda Metro Jaya dan KPK, Mahasiswa Desak Polri Bongkar Dugaan Korupsi Jampidsus

Published

on

Sekitar 150 massa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa & Pemuda Anti Korupsi menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Dalam aksi tersebut, para demonstran menyuarakan dukungan terhadap langkah Polri dalam menangani dugaan tindak pidana korupsi yang menurut mereka melibatkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Massa datang membawa puluhan poster dan spanduk berisi kritik terhadap dugaan praktik korupsi serta tuntutan agar proses penegakan hukum berjalan tanpa intervensi dari pihak mana pun. Spanduk utama yang dibentangkan di barisan depan bertuliskan “Tolak Intervensi Militer Dalam Penegakan Hukum”, yang menjadi salah satu pesan dominan dalam aksi tersebut.

Sepanjang aksi, massa secara bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando. Mereka juga meneriakkan yel-yel yang berisi dukungan kepada aparat penegak hukum untuk menuntaskan perkara korupsi hingga tuntas.

Koordinator lapangan sekaligus orator aksi, Amri, mengatakan masyarakat menginginkan proses hukum berjalan secara profesional, independen, dan bebas dari segala bentuk tekanan.

“Kami mendukung Polri dan KPK untuk membongkar dugaan tindak pidana korupsi sampai ke akar-akarnya. Jangan ada intervensi terhadap aparat penegak hukum yang sedang bekerja,” ujar Amri dalam orasinya.

Advertisement

Dalam orasi tersebut, Amri juga mengkritik dugaan adanya tindakan yang dinilai dapat menghambat proses penegakan hukum, termasuk isu mengenai pengamanan terhadap kediaman Jampidsus yang menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, apabila terdapat dugaan tindak pidana, seluruh proses harus diserahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku tanpa perlakuan istimewa terhadap siapa pun.

“Kami ingin hukum berlaku sama bagi seluruh warga negara. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum,” katanya.

Selain menyampaikan kritik terhadap dugaan korupsi, massa juga menyinggung kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai semakin berat. Mereka menilai praktik korupsi semakin melukai rasa keadilan publik ketika banyak warga sedang menghadapi tekanan ekonomi.

“Kondisi rakyat sedang sulit. Banyak yang harus menjual aset untuk bertahan hidup. Karena itu, kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas setiap dugaan korupsi yang merugikan negara dan rakyat,” ujar Amri.

Advertisement

Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa menyampaikan aspirasi secara bergantian di depan Polda Metro Jaya sebelum melanjutkan penyampaian tuntutan di depan Gedung KPK.

Poster-poster Bernada Kritik

Pantauan di lokasi menunjukkan massa membawa berbagai poster dengan pesan-pesan kritik dan dukungan terhadap pemberantasan korupsi. Beberapa di antaranya bertuliskan:

“Tolak Intervensi Militer Dalam Penegakan Hukum.”
“Rakyat Bersama Tim Tastipikor Bongkar Pejabat Maling Timbun Emas dan Dolar.”
“Mendesak Polisi Tidak Takut Bongkar Sampai Akar Maling Uang Rakyat, Dolar Emas.”
“Rakyat Cinta Presiden Prabowo, Tangkap Maling Emas & Dolar.”
“Ekonomi Sulit, Rakyat Menjerit, Oknum Penegak Hukum Sembunyiin Duit.”
“Rakyat Jual Emas Demi Bertahan Hidup, Oknum Penegak Hukum Timbun Emas Hasil Korup.”
“Timbun BBM Jahat, Ternyata Ada Lagi yang Lebih Jahat: Timbun Emas, Timbun Duit.”

Berbagai poster tersebut menggambarkan kekecewaan para demonstran terhadap dugaan praktik korupsi yang menurut mereka harus diusut secara transparan dan tuntas.

Advertisement

Hingga aksi berakhir, massa menegaskan akan terus mengawal proses penegakan hukum dan meminta Polri maupun KPK tetap bekerja secara profesional, independen, serta tidak terpengaruh oleh tekanan dari pihak mana pun.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik5 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik5 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik5 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik5 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik5 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik5 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik5 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...