Nasional
Detik-detik Syamsuddin Cabuli Tetangganya yang Berusia 14 Tahun
Kabarpolitik.com, SAMARINDA — Perbuatan Syamsuddin Kurniawan (45) tidak pantas ditiru dalam kehidupan bertetangga. Bagaimana tidak, dia tega mencabuli tetangganya, Bunga (14, nama samaran).
Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Ipda Fahrudi menjelaskan, pencabulan berawal saat Bunga bermain di sekitar rumah Syamsuddin. Syamsuddin yang melihat Bunga bermain sendirian, mengajak korban masuk ke rumahnya.
“Bunga ini sering bermain-main di sekitar rumah Syamsuddin. Mereka masih satu kampung. Hanya beda gang. Saat mengajak Bunga masuk ke dalam rumah, Syamsuddin menjanjikan uang Rp50 ribu kepada Bunga,” kata Fahrudi akhir pekan lalu.
Fahrudi menambahkan, setelah melakukan perbuatan asusila, Syamsuddin mengancam korban agar tidak bercerita kepada siapa pun.
Amankan Mudik, Polres Ini Siapkan Regu Tembak
Menurut Fahrudi, Syamsuddin sempat mengancam Bunga menggunakan senjata tajam. Bunga ketakutan. Dia pun hanya bisa diam saat Syamsuddin mulai melancarkan aksinya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, perbuatan layaknya suami istri itu dilakukan hingga tiga kali.
Kasus itu terbongkar setelah keluarga Bunga kebingungan mencari korban. Salah seorang tetangga memberi tahu bahwa Bunga berada di rumah Syamsuddin.
“Barang bukti yang kami amankan adalah pakaian dan celana dalam Bunga saat terjadi persetubu**n. Untuk pelaku akan kami jerat dengan Pasal 81 dan atau pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” tandas Fahrudi.
Dermaga Pelabuhan Bajoe Jebol, Penumpang Mendongkol
Namun, Syamsuddin sempat menampik semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Warga Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur, itu mengaku hanya meraba korban.
Syamsuddin bahkan mengaku dirayu oleh Bunga sebelum melancarkan perbuatan tidak terpujinya terhadap korban.
Dia mengatakan, awalnya Bunga datang ke rumahnya pada Selasa (21/5) pukul 17:00 Wita.
Syamsuddin menambahkan, Bunga tiba-tiba meminjam ponsel miliknya dan langsung menghubungi sang tante.
“Saat ngobrol, Bunga bilang ke tantenya itu bahwa saya adalah pacarnya. Saya langsung kaget, kok, bisa anak ini bicara begitu,” kata Syamsuddin.
Usai meminjam ponsel, kata Syamsuddin, Bunga meminta dibelikan makanan lantaran perutnya lapar.
Syamsuddin pun menuruti permintaan Bunga. Dia menyerahkan uang Rp 50 ribu kepada Bunga agar korban bisa berbelanja.
Peduli Anak Yatim dan Duafa, AirNav Indonesia Salurkan Santunan
“Setelah saya kasih uang, saya tinggal pergi. Rumah tidak saya kunci. Dua jam kemudian saya balik ke rumah dan Bunga sudah ada di dalam rumah sedang menonton televisi,” ucap Syamsuddin.
Hasrat Syamsuddin memuncak tatkala melihat kemolekan tubuh Bunga. Apalagi Bunga bersikap manja kepada dirinya.
“Dia (Bunga, Red) minta dipeluk. Sempat saya tolak. Namun, dia memaksa. Akhirnya terjadi juga. Bukan saya setub**i. Hanya saya raba seluruh tubuhnya hingga alat kelami**ya,” kilah Syamsuddin.
Pengakuan Syamsuddin berbanding terbalik dengan laporan pihak keluarga Bunga kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Sungai Pinang. (jpnn)
rn


