Connect with us

Nasional

Dua Menteri Jokowi Tak Terbukti Kampanye, Ini Reaksi Kubu Prabowo

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Dua pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani terbukti tidak melakukan pelanggaran kam‎panye. Hal itu diputus oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Badan Pemanangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean mengaku tidak kaget dengan keputusan Bawaslu tersebut. Karena dia yakin betul sejak awal, Bawaslu tak akan berani masuk ke pidana pemilu yang ancamannya kurungan 3 tahun.

“Bawaslu tidak akan berani memutus kasus laporan yang tidak terkait pidana pemilu. Jadi atas keputusan ini saya sejak awal sudah menduga bahwa Bawaslu tak punya nyali untuk mempidanakan pemilu para terlapor,” ujar Ferdinand saat dihubungi, Rabu (7/11).

Oleh sebab itu, Ferdinad mengaku inilah wujud asli demokrasi Indonesia saat ini berjalan seenaknya meski ada aturan. Indonesia surplus aturan tapi defisit penegakan aturan. Kualitas demokrasi menurun.

“Kita tonton saja perjalanan republik ini. Bahwa sejarah akan mencatat bahwa di era demokrasi terbuka, ternyata kekuasaan masih bisa mendikte demokrasi,” katanya.

Advertisement

Sebelumnya, Bawaslu memutuskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan (Mekeu) Sri Mulyani tidak terbukti melakukan melanggar kampanye.

Komisoner Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo ‎mengatakan laporan yang ditujukan kepada Luhut dan Sri Mulyani tidak memen‎uhi unsur ketentunan pidana sebagaimana Pasal 547 UU Nomor 7/2017 tentang pemilihan umum.

“Status laporannya tidak terbukti ada pelanggaran karena tidak terpenuhu unsur-unsur pidana seperti dalam UU Pemilu,” ujar Ratna di Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (6/11).

Menurut, Ratna keputusan tersebut diambil setelah dirinya dengan para komisioner Bawaslu lainnya menyelenggarakan rapat pleno, pada Senin (5/11) kemarin. Sehingga memutuskan ‎laporan itu tidak bisa dilanjutkan kembali.

“Tidak terbukti melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon,” katanya.

Advertisement

Ratna melanjutkan dari keterangan Sri Mulyani menjelaskan tidak ada maksud untuk melakukan kampanye ‎terhadap salah satu pasangan calon. Karena saat itu Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde bertanya kepada dirinya kenapa tidak boleh memberikan simbol dua jari yang diketahui maknanya adalah victory alias kemenangan.

“Karena Presiden IMF bertanya kepada saya tidak bisa memakai simbol jari victory, itulah kemudian Sri Mulyani menjelaskan untuk mencegah jangan sampai kegiatan itu dimanfaatkan oleh kepentingan kepentinga politik. Makanya saya katakan jangan pakai dua. Karena saat ini simbol ada maknanya, satu simbol untuk Jokowi, dua Prabowo. Itulah yang beliau jelaskan. Jadi tidak bermaksud melakukan kampanye untuk siapa saja,” ungap Dewi seperti menirukan perkataan Sri Mulyani. (gwn/JPC)

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...