Connect with us

Nasional

Gerakan Lokal

Published

on

Oleh Dahlan Iskan

Kabarpolitik.com–Carrie Lam mengalah. Sedikit. Proposal ekstradisinya tidak harus disahkan buru-buru.

Pedemo justru seperti mendapat angin baru. Langkah surut Carrie Lam justru dipakai untuk lebih menekannya.

Demo tetap dilancarkan. Hari Minggu kemarin. Saat saya menulis naskah ini demo sudah dimulai. Jam 3 pagi waktu Amerika.

Kelihatannya bisa lebih besar lagi. Dengan dress code hitam. Bahkan mereka sudah pemanasan sejak Sabtu.

Mereka justru membawa tuntutan baru. Carrie Lam mengundurkan diri. Aktivis yang ditahan harus dilepas.

Advertisement

Proposal ekstradisi harus dibatalkan sama sekali. Tidak hanya ditunda.

Carrie Lam harus cabut pernyataannya Rabu lalu: bahwa demo itu kerusuhan.

Tokoh-tokoh demo sudah tidak percaya lagi pada kepemimpinan Carrie Lam. Mereka juga menyatakan polisi telah bertindak melebihi kewajaran.

Pedemo kemarin banyak yang membawa bunga kematian. Beberapa anak muda dari Taiwan terbang ke Hong Kong. Mendukung demo. Lalu terbang balik 1,5 jam ke Taiwan.

Lantas bagaimana?

Advertisement

Kuat-kuatan?

Di Hong Kong sudah biasa begitu. Lima tahun lalu, misalnya. Demonya sangat besar. Juga sangat lama: 77 hari.

Ada ‘Gerakan Payung’ saat itu. Semua pedemo membawa payung. Mengembangkannya. Menjadi sangat menarik.

Demo waktu itu melahirkan tokoh muda legendaris. Salah satunya baru berumur 23 tahun: Nathan Law Kwun Chung.

Terpilih menjadi presiden mahasiswa Lingnan University. Dua tahun kemudian Nathan terpilih jadi anggota DPR.

Advertisement

Tidak lama Nathan jadi anggota DPR. Pengadilan mencopotnya. la diadili. Dengan tuduhan separatis. Dihukum 7 bulan.

Seorang hakim tinggi menjaminnya. Agar dapat status tahanan rumah.

Saat Nathan punya anak, sang anak diberi nama. Kalau diterjemahkan, ‘Aspirasi’.

Nathan tetap konsisten dengan perjuangannya: Hong Kong harus menjadi negara sendiri. Daiam ikatan Persemakmuran (bekas jajahan Inggris).

Nathan mendirikan partai. Namanya: Demosisto.

Advertisement

la tidak sendirian. Dua lagi tokoh muda yang lahir dari huru-hara lima tahun lalu: Baggio Leung Chung Hang dan Yau Wai Ching. Satu cowok. Satu cewek. Mereka mendirikan gerakan ‘Youngspiration’.

Dua-duanya kemudian juga terpilih sebagai anggota DPR. Juga sama-sama dicopot. Atas perintah pengadilan.

Tiga anak muda itu memang sangat pemberani. Saat dilantik menjadi anggota DPR, misalnya, keduanya membawa spanduk. Bunyinya: Hong Kong bukan Tiongkok. Bahkan mereka membuat plesetan ‘People’s Republik of China’ menjadi ‘People’s Fuckablic of Jee-na’.

Semua itu yang membuat mereka diadili. Dinyatakan bersalah. Dihukum. Dicopot haknya menjadi anggota DPR.

Pun setelah itu. Masih ada beberapa demo lagi.

Advertisement

Misalnya saat mereka menemukan anak kecil yang ikut neneknya. Anak itu lahir di Tiongkok. Orang tuanya masih ada di Tiongkok, tetapi anak itu tinggal di Hong Kong. Tanpa surat-surat.

Mereka demo. Agak besar. Ke kantor imigrasi. Agar anak itu dideportasi ke Tiongkok.

Anak itu akhirnya ambil putusan sendiri: pulang ke Tiongkok. Nama anak itu: Siu Yao Wei. Umur 12 tahun.

Tokoh lain di gerakan ini adalah seorang wanita. Namanya: Claudia Mo Man Ching Bowring. Bersuamikan orang Kanada: Philips Bowring.

Claudia kini berumur 62 tahun. Dialah pendiri partai ‘Hong Kong First’. Terpilih menjadi anggota DPR dari Dapil Kowloon Barat.

Advertisement

Begitu lulus, Claudia menjadi wartawan kantor berita Prancis, AFP. Dia memang mahir berbahasa Prancis.

Claudia adalah wartawan, penulis, presenter dan politisi. Suaminya juga wartawan. Di Hong Kong. Pernah menjadi wartawan majalah terkemuka Far Eastern Economic Review.

Yang membentuk jiwa keras Claudia adalah keadaan. Saat dia meliput demo prodemokrasi. Di Lapangan Tian An Men, Beijing.

Itu 30 tahun lalu. Dia melihat langsung bagaimana tentara Tiongkok menggilas demonstran yang begitu besar.

Demo sudah seperti nafas harian di Hong Kong. Pernah ada demo besar justru di malam tahun baru. Dua tahun lalu.

Advertisement

Topiknya: melindungi kaki lima. Yang akan digusur dari Hong Kong. Alasan mereka: kaki lima adalah bagian darl kultur Hong Kong.

Mereka memang mendapat angin dari Amerika. Para tokoh gerakan payung itu sudah diusulkan mendapat hadiah Nobel Perdamaian.

Yang mengusulkan: dua anggota Kongres Amerika. Demo hari Minggu kemarin bisa jadi rekor baru dalam jumlah. Akankah juga rekor baru dalam jumlah hari? (***)

 

rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...