Connect with us

Nasional

Hilangnya Budaya Menegur Hingga Pernikahan Dini, Yenni: Pemkot Harus Fokus

Published

on

Kabarpolitik.com, MAKASSAR — Maraknya aksi pernikahan dini yang terjadi belakangan, membuat geram legislator Makassar. Permasalahan itupun menjadi fokus pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD).

Diskusi yang bertema Perencanaan Kebijakan dalam Penyelenggaraan Perlindungan Anak digelar Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Selasa sore (9/10). Lokasinya berada di Kompleks Hartaco, Jalan Daeng Tata.

Pelaksanaan FGD menghadirkan akademisi Andi Yudha Yunus. Sekretaris Pansus Perlindungan Anak DPRD Kota Makassar Yenni Rahma. Serta Ketua Ikatan Keluarga Dewan (Ikawan) DPRD Kota Makassar Sherly Farouk.

Pada kesempatan itu, Yenni Rahma mengatakan, Perda Perlindungan Anak yang dibuat tidaklah main-main. Dalam perda itu tidak membenarkan orang tua untuk menikahkan anak-anaknya secara dini. Jika dilanggar, dapat dipidana.

Kehadiran perda ini juga menjadi fungsi kontrol kepada pemerintah kota dalam menjamin dan memberikan perlindungan terhadap anak anak, serta sebagai acuan edukatif.

Advertisement

“Dalam regulasi ini tidak membenarkan ibu menikahkan anak-anaknya secara dini. Jika melanggar maka ibu dapat dipidana. Kita di DPRD Kota Makassar serius membahasnya. Apalagi dengan maraknya pernikahan di usia dini saat ini. Karenanya, pemerintah harus fokus dengan aturan ini,” tegasnya.

Sementara itu, akademisi Andi Yudha Yunus menjelaskan, budaya menegur dan memperhatikan anak-anak kian lama semakin menghilang. Nampak terlihat sekarang ini ketika ada anak-anak masih keluyuran di luar saat menjelang malam, para orang tua cuek. Apalagi jika itu bukanlah anaknya.

“Kalau dulu, menjelang magrib, orang tua merasa resah apabila anak-anak masih berada di luar rumah bermain. Meskipun itu bukan anak kandungnya. Tapi sekarang ini sudah tidak. Kalau ditegur, orang tua lain menyebut itu bukan anakmu. Biarkan saja. Ini tidak boleh dibiarkan. Perhatian anak harus terus terjaga,” tuturnya.

Ketua Ikawan DPRD Makassar Sherly Farouk, mengatakan perlindungan anak memang mesti ada dan perlu didorong sebagai bentuk kebijakan dari pemerintah kota.

Dia juga berharap pemerintah kota ke depan lebih fokus memperhatikan kebutuhan anak-anak. Program yang diinisiasi dapat digunakan dan berjalan di ruang anak-anak.

Advertisement

“Seperti taman bermain anak-anak, sekarang ini sudah sulit ditemukan. Mestinya tempat bermain harus tetap ada untuk melatih kreatifitas anak. Cenderung saat ini tempat bermain anak-anak ada di mall. Sangat berbeda dengan permainan anak-anak dulunya,” ujar Sherly. (arf/bkm/fajar)

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...