Connect with us

Nasional

Intip Karya Peradaban Dalam Pameran Tetap Galnas

Published

on

Kabarpolitik.com–Pernah terbesit belajar sejarah peradaban Indonesia melalui karya seni rupa? Kira-kira bisa tidak, ya? Tentu bisa. Sebab Galeri Nasional Indonesia (Galnas) tengah menggelar pameran tetap.

Ratusan karya dihadirkan seolah seperti menyibak tabir sejarah bangsa ini. Ada tiga ruang yang bisa Anda kunjungi. Pertama, linimasa peradaban seni rupa di Indonesia. Tak perlu repot-repot memanggil Doraemon untuk meminjam pintu ke mana saja.

Sebab, Anda hanya perlu menggunakan kaki untuk melangkah perlahan. Menyelusuri setiap ruangan. Menghirup aroma histori yang kental di ruang linimasa karya seni rupa Indonesia.

Dimulai dari 1800 hingga 1930-an pada saat kolonialisme dan orientalisme tumbuh berkembang. Salah satu karya yang menarik perhatian adalah milik Raden Saleh.

Dengan gaya romantisisme dan menggunakan cat minyak pada kanvas, Raden Saleh menampilkan visual yang sangat dramatis. Ada dua kapal seolah bertarung dengan derasnya ombak. Tarikan alam dari setiap gelombang seperti mengoyak habis.

Advertisement

Pengunjung melihat koleksi lukisan zaman dulu di Galeri Nasional. Hanung Hambara/Jawa Pos

Romantisisme muncul pada abad ke-18 di Eropa Barat. Gerakan tersebut menekankan emosi yang kuat sebagai sumber dari pengalaman estetika. Seperti rasa takut, ngeri, hingga takjub yang dialami seseorang. “Raden Saleh membuat romantisisme dengan baik,” kata kurator Bayu Genia Krishbie kepada koran ini.

Bayu mengatakan, karya bertajuk Kapal Karam Dilanda Badai itu menyiratkan gejolak jiwa Raden Saleh. Jiwa yang terombang-ambing antara keinginan menghayati dunia imajinasi dan menyatakan dunia nyata.

Bergerak ke ruang berikutnya, yakni ke ruang yang menampilkan masa nasionalisme dan dekolonisasi pada 1930-1940 an. Bayu menyebutkan, setiap waktu yang ditampilkan menghadirkan representasi visual kondisi masyarakat.

Selain Raden Saleh, ada pelaku seni lainnya yang juga turut mencuri perhatian. Yaitu, S. Sudjono. Salah satu karyanya bertajuk Tjap Go Meh.

Advertisement

Dengan dimensi ukuran 73 x 52 cm, karya Sudjono menampilkan sebuah visual yang menggambarkan tengang lapisan masyarakat. Sebuah pesta dengan keriuhan dari semua pengunjung.

Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, itu menjelaskan, Tjap Go Meh bukan sebuah karya yang sederhana. Kompleksitas makna terbangun dari tangan dingin Sudjono. Ada ironi dalam visual perayaan keagamaan Tionghoa tersebut.

Ironi itu, lanjut Bayu, dapat dilihat sebatas pada karnaval yang meluapkan berbagai emosi dengan absurd. Ya, gaya realisme tampak pada karya Tjap Go Meh milik Sudjono. “Lebih jauh, karya juga mengandung komentar ketimpangan sosial,” tambahnya.

Setelah puas berkeliling di ruang nasionalisme dan dekolonisasi, saatnya masuk ke masa pembentukan identitas nasional pada 1950-an. Anda akan menemukan patung karya milik Edhi Sunarso berukuran 20 x 35 x 68 cm.

Di ruang sebelahnya, ada masa tansisi prahara politik-kebudayaan. Yang terjadi di era 1960-an. Salah satu karyanya milik Misbachtamrin bertajuk Tuyul (casper) Ngamen Bersama Rakyat Jelata.

Advertisement

“Setelah itu ada ruang 1970 masa orde baru dan depolitisasi kesenian. Lalu, sebelahnya ada masa keemasan orde baru dan puncak pembangunan. Di ruang terakhir, masa 1990-2000-an yang menampilkan karya di era globalisasi hingga demokratisasi,” papar Bayu.

Nah, di samping ruang pamer lini masa, ada ruang koleksi asal internasional dan kode D. Bayu menyampaikan, kode D menampilkan 20 tahun akuisisi koleksi Galnas sejak 1999-2019. Total untuk semua karya yang ditampilkan dalam pameran tetap mencapai 211. Rencananya, pameran akan dihelat hingga tiga tahun ke depan.

“Persiapannya, saya riset bersama tim sejak Agustus tahun lalu. Banyak orang yang terlibat juga, ada dewan kurator dan penasihat juga,” sambung Bayu.

Penikmat seni Aisha Salsa menuturkan, koleksi yang paling ngena di hatinya ada di ruang 1990-2000-an. Ada satu layar besar yang mengurutkan peristiwa penting di era sebelum dan sesudah 1990-an.

“Termasuk pertumbuhan internet. Kalau koleksi di awal ruangan agak kurang paham. Kalau di ruang 1990-2000-an lebih berwarna,” ujar siswi SMA kelas dua itu. (jp)

Advertisement

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...