Nasional
Jakarta Fair 2019 Bukukan Rp7,5 Triliun
Kabarpolitik.com, JAKARTA–Jakarta Fair 2019 baru saja berakhir pada Minggu (30/6) malam. Selama 40 hari berlangsung, pameran tahunan terbesar se-Asia Tenggara itu mampu membukukan transaksi sebesar Rp 7,5 triliun.
Angka itu diperoleh dari 6,8 juta pengunjung yang datang ke lokasi Jakarta Fair 2019 hari pertama hingga hari penutupan. Managing Director PT JI Expo, Prajna Murdaya menyebut, pihaknya sudah mencapai target selama pelaksanaan Jakarta Fair 2019 tahun ini.
“Sampai malam ini yang kami capai target yakni 6,8 juta pengunjung selama 40 hari pelaksanaan event JFK (Jakarta Fair Kemayoran) 2019. Selain itu kami membukukan transaksi sebesar Rp 7,5 triliun atau mengalami peningkatan dari target awal Rp 6,5 triliun,” ujar Prajna, Minggu (30/6).
Dia menyebut, pencapaian Jakarta Fair 2019 mengalami peningkatan sekitar 5-8 persen bila dibandingkan pelaksanaan pada tahun sebelumnya. Ke depan pihaknya akan terus mengupayakan perbaikan dan penyempurnaan pelaksanaan Jakarta Fair agar semakin membuat pengunjung merasa nyaman.
Marketing Director PT JIExpo, Ralph Scheunemann menambahkan, ada sejumlah evaluasi yang harus segera dibenahi untuk tahun-tahun mendatang. Salah satunya terkait penyebaran jumlah kunjungan yang dianggap belum merata.
Jumlah pengunjung di akhir pekan terlalu padat dibanding hari biasa. Oleh karena itu, Ralph dan timnya akan terus melakukan terobosan baru demi meratakan jumlah kunjungan tersebut.
PKK FT UNM Latih Ibu-ibu Pembuatan Makanan Sehat
Gagal Penalti, Istri Pemain Kolombia Diancam Dibunuh
Begini Harapan MUI Terhadap Jokowi-Ma’ruf
“Sebetulnya kalau mau lebih nyaman memang datang hari Senin-Kamis karena tidak terlalu ramai. Ke depannya kami akan membuat formula baru yang lebih ampuh. Tahun ini sebetulnya kami sengaja memasang artis top sepertic Sheila on 7, di hari biasa dan hasilnya memang sangat berpengaruh sekali,” terang Ralph.
Lebih lanjut dia menjelaskan, strategi tersebut berhasil memindahkan jumlah kunjungan di akhir pekan ke hari biasa sebanyak 10 persen.
“Targetnya sih mau 30 persen pengunjung pindah ke hari biasa. Di hari Senin harga barang-barang juga lebih murah. Tapi kebiasaan orang Indonesia itu ketika suasana makin ramai, makin mereka kunjungi,” tukas Ralph. (jp)
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}
rn


