Nasional
Kabinet Jokowi Harus Memadai bagi Anak Muda
Kabarpolitik.com, JAKARTA–Presiden terpilih Jokowi memiliki tantangan besar dalam menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun mendatang. Bersama sang wakil, Ma’ruf Amin, pasangan kepala negara itu harus menyiapkan kabinet yang memiliki fokus pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Ketua DPR, Bambang Soesatyo mengatakan negara harus mengalokasi ruang dan waktu yang memadai bagi orang muda dan remaja. Hal ini untuk tumbuh kembang menjadi generasi milenial dan generasi Z yang kompeten dan kompetitif. Agenda ini hendaknya menjadi prioritas dan fokus kabinet baru yang formasinya sedang dipersiapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Pesan ini penting dan juga relevan untuk dikedepankan lagi di ruang publik, di tengah isu tentang calon menteri baru atau jatah menteri untuk formasi kabinet baru yang sedang digodok Presiden Jokowi,” ujar pria yang biasa disapa Bamsoet itu kepada wartawan, Senin (8/7).
Politikus Partai Golkar itu mengatakan, pesan ini penting karena generasi orang tua sekarang ini harus mengantarkan dan menyiapkan orang muda menjadi generasi milenial dan generasi Z yang kompeten sepanjang era Industri 4.0 dan sesudahnya.
Pesan itu juga relevan, karena Presiden Jokowi telah menetapkan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan.
“Tujuannya, mendorong generasi milenial dan generasi Z beradaptasi dengan perubahan zaman, yang ditandai oleh otomatisasi dan digitalisasi pada hampir semua aspek kehidupan, terutama digitalisasi perekonomian,” katanya.
Bamsoet menuturkan, program ini layak diperhatikan oleh semua elemen masyarakat. Alasannya tidak mengada-ada. Tantangan yang sedang dan akan dihadapi orang muda dan remaja sangat berbeda dengan apa yang dulu dihadapi generasi orang tua. Misalnya lapangan kerja mengalami perubahan signifikan. Banyak pekerjaan tidak lagi butuh peran atau kreasi otak manusia. Kebutuhan akan peran manusia pada sejumlah profesi atau keahlian di dunia kerja tidak lagi signifikan.
Pertumbuhan Industri Alas Kaki Melambat
Jerawatan Itu Normal, Tetapi Jangan Dibiarkan
Humas PKS Sulsel Terbaik ke-2 di PR SUMMIT 2019
Untuk itu, pemerintah perlu mengintensifkan sosialisasi program ini kepada semua elemen masyarakat dan komunitas. “Sebaliknya, dengan memahami program ini, para orang tua diharapkan makin intens pula dalam memaparkan dan menggambarkan tantangan yang dihadapi anak-anak,” ungkapnya.
Inisiatif Presiden Jokowi ini pun hendaknya direspons oleh para ahli pendidikan di Kemendikbud dan Kemenristekdikti. Apalagi, Kemenristekdikti juga sudah memiliki gambaran tentang perubahan kebutuhan atau permintaan di sektor lapangan.
Kemedikbud dan Kemenristekdikti diharapkan segera berbagi informasi dan pencocok program, yang kemudian diikuti dengan inisiatif bersama untuk membarui kurikulum pendidikan dari tingkat dasar. “Pembaruan kurikulum diperlukan sebagai penyesuaian terhadap perubahan zaman,” pungkasnya. (jp)
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}
rn


