Connect with us

Nasional

Karet Gelang

Published

on

Oleh Dahlan Iskan

Kabarpolitik.com–Tit-for-tat juga. Akhirnya. Perusahaan dibalas dengan perusahaan. Blacklist dibalas blacklist.

Jumat lalu adalah ‘hari keramat’ di Tiongkok. Hari itu pemerintah mengumumkan: akan mem-blacklist perusahaan asing yang tidak bisa diandalkan.

Kreteria ‘tidak bisa diandalkan’ itu langsung menarik perhatian. Juru tafsir langsung tahu arahnya: Tiongkok akan menindak perusahaan Amerika. Sebagai balasan karena Amerika mem-blacklist perusahaan swasta Tiongkok: Huawei.

Blacklist untuk Huawei itu sangat luas: pemerintah dilarang membeli barang Huawei. Swasta dilarang bekerja sama dengan Huawei. Sekutu Amerika pun dilarang membeli peralatan Huawei.

Kriteria ‘tidak bisa diandalkan’ itu tentu ibarat karet gelang: bisa molor. Tepatnya, bisa diolor. Ke mana-mana. Bisa juga hanya dimengkeretkan sebatas pergelangan tangan.

Advertisement

Di Tiongkok yang mengumumkan kebijakan ‘karet gelang’ itu hanya pejabat setingkat juru bicara kementerian perdagangan. Artinya: tingkat menteri pun tidak perlu tampil. Apalagi tingkat presiden.

Biarlah di Amerika. Yang presiden sendiri, Donald Trump sendiri, yang mengumumkan hukuman pada Huawei.

Bisa seberapa molorkah karet gelang itu? Bisa molor menjangkau mana saja?

Gao Feng, juru bicara yang masih muda itu akhirnya agak memerinci: yakni perusahaan asing yang tidak menghormati kontrak, pemasok yang tidak mau lagi memasok dengan pertimbangan non-komersial, yang melanggar peraturan dan yang mengganggu kepentingan perusahaan dalam negeri Tiongkok.

Huh!

Advertisement

Penjelasan terakhir itu pun ternyata lebih karet lagi. Masih bisa diolor ke mana pun. Bahkan suka-suka yang mengolor.

Tentu perusahaan Amerika di Tiongkok kini panas-dingin. Mereka lagi tebak-tebakan: siapa yang akan kejepret karet duluan.

“Dalam waktu dekat,” ujar Gao Feng. Tentang kapan blacklist itu akan diberlakukan.

Huawei sendiri sebenarnya tidak minta bantuan pemerintah. Huawei masih terus berjuang. Dengan kekuatannya sendiri. Dengan caranya sendiri.

Usaha terakhirnya diumumkan pekan lalu: akan menggugat pemerintah Amerika. Di pengadilan Amerika.

Advertisement

Huawei sangat percaya pada sistem hukum Amerika. Sangat independen.

Apakah ketapel karet gelang Tiongkok ini bagian dari perang dagang? Yang terus digencarkan Amerika? Yang Trump yakin sangat mudah untuk bisa memenangkannya?

Pertanyaan itu sudah bisa Anda jawab sendiri: pasti ada hubungannya. Apalagi, lihatlah.

Koran resmi partai komunis Tiongkok, Harian Rakyat, sudah menulis. Hanya beberapa jam setelah pengumuman karet gelang itu.

“Tiongkok tidak ingin perang. Tidak mau memulai perang. Namun Tiongkok tidak takut berkelahi. Dan akan berkelahi kalau didorong untuk berkelahi,” tulis Harian Rakyat Jumat lalu.

Advertisement

Seru kan?

Saking serunya sampai saya langsung menulis artikel ini. Agar sudah bisa terbit di DI’s Way edisi hari Minggu.

Gak disangka Ibu Ani Yudhoyono meninggal. Saya pun menulis lagi. Yang naskahnya sudah Anda baca itu.

Presiden Trump-lah yang dianggap menantang berkelahi. Di Tiongkok koranlah yang disuruh menjawab: tantangan itu akan dilayani dengan berkelahi.

Tulisan di koran itu sampai dibacakan di depan kamera TV. Disiarkan ke seluruh negeri. Disambut dengan semangat tinggi oleh pemirsanya.

Advertisement

Bahkan si pembaca tulisan itu, si anchor, masih menambahkan dengan kalimatnya sendiri. Yang tidak kalah pedas.

Katanya: “Kalau Amerika ingin mengajak negosiasi pintu kami selalu terbuka. Tapi kalau Amerika mengajak berkelahi kami akan berkelahi. Sampai titik darah penghabisan”.

Begitu mantap sikap itu.

Saking mantapnya sampai-sampai tulisan yang sudah saya siapkan untuk DI’s Way hari ini harus ditunda besok. Padahal topiknya menarik. Tentang PLTU Riau-1. (***)

rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...