Connect with us

Jabodetabek

Kekerasan Seksual Relatif Meningkat, RUU PKS Mendesak Disahkan

Published

on

JAKARTA – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Christina Aryani mengatakan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) merupakan suatu kebutuhan hukum dan perlu segera disahkan.

Hal itu disampaikannya Christina dalam diskusi Forum Legislasi bertema "Membedah Draf Terkini RUU PKS" di Media Center, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (7/9/2021).

Turut hadir Anggota Baleg DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz dan Wakil Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Mariana Amiruddin.

“Kami sangat senang RUU PKS ini akhirnya masuk Prolegnas 2021, karena perjuangan untuk memasukkan dalam Prolegnas itu upaya tersendiri," kata Christina.

Ia menilai RUU PKS mendesak untuk disahkan. Namun diakuinya, draf awal RUU TPKS masih butuh penyempurnaan.

Advertisement

Salah satunya soal kategori kekerasan seksual yang belum diatur dalam payung hukum yang telah ada.

Ketika ada dua aturan yang sama, bisa menimbulkan kebingungan dalam menerapkan pasal. UU harus mengatur dengan jelas pasal mana yang harus dikenakan," ujarnya.

Berdasarkan catatan Komnas Perempuan, kasus kekerasan seksual terus mengalami peningkatan, khususnya di masa pandemi.

Namun, lanjut Cristina, seringkali kasus kekerasan tersebut masih sulit diatasi karena hambatan-hambatan.

Bahkan, tak jarang jarang terjadi kasus inses atau hubungan seksual sedarah yang sulit untuk diusut.

Advertisement

Dengan diundangkannya RUU PKS diharapkan sanggup menjawab aspirasi dan kebutuhan hukum di masyarakat.

Hanya saja, ia mengakui masih terjadi perbedaan cara pandang di tengah masyarakat dalam hal kejahatan seksual.

"Nah, cara pandang ini yang akhirnya masih terjadi dinamika cukup alot di Badan Legislatif, karena kalau bicara cara pandang, itu tidak bisa kita saling memaksakan," terang Cristina.

Sementara itu, Wakil Ketua Komnas Perempuan Mariana Amiruddin mendorong agar RUU PKS ini menjadi UU khusus alias lex spesialis.

“Ya, memang kalau untuk pemetaan bahwa ini supaya tidak tumpang tindih,” tandas Mariana sembari menambahkan, hal yang sangat tidak mungkin untuk melakukan draf RUU ini dari awal atau nol.

Advertisement

Namun, untuk draf berikutnya sebaiknya bisa lebih khusus, sehngga tidak terjadi tumpang tindih.

"Mungkin dari Komnas perempuan menyampaikan banyak kasus-kasus yang semakin tahun semain berkurang, justru nyatanya semakin meningkat, dan itu komnas perempuan baru mengetahui karena ada yang melaporkan dan kami yakin banyak sekali yang tidak mau melaporkan karena faktor malu dan sebaginya. Bisa juga faktor trauma, itu banyak dan ini lebih banyak dari yang terlaporkan,” jelasnya.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik2 minggu ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik2 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik2 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik2 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik2 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik2 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik2 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik2 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik2 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik2 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...