Connect with us

Nasional

LK ESQ Ajak 1000 Anak Bermain Tradisional

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Dewasa ini manusia semakin dimanjakan dengan kecanggihan teknologi. Mulai anak-anak hingga orang dewasa sepertinya tidak bisa lepas dari gadgetnya masing-masing, baik itu untuk tujuan pekerjaan, komunikasi, bahkan hiburan atau game.

Sadar ataupun tidak, fokus kita telah dialihkan dari hal-hal yang konvensional menjadi lebih instan, contohnya permainan. Jika kembali mengingat zaman dulu anak-anak sangat akrab dengan permainan tradisional.

Tanpa teknologi, kita bisa bermain riang gembira, membentuk team work dan bekerjasama. Hal ini tak hanya memberikan dampak secara psikologis tetapi juga dampak baik bagi kesehatan. Dengan bergerak aktif, anak-anak akan tumbuh menjadi anak yang sehat.

Tapi kondisi saat ini berbeda. Selain memberikan kemudahan, gadget juga memberikan dampak buruk pada perkembangan anak dalam berbagai aspek. Anak-anak zaman sekarang tidak lagi mengenal berbagai permainan tradisional seperti Gasing, Egrang, Dampu, Congklak, Kelereng, Galasin, Karet, dan permainan nusantara lainnya.

Hal ini dikarenakan, perhatian anak sudah teralihkan oleh gadget. “WHO baru-baru ini mengeluarkan statement bahwa gadget sudah menjadi adiksi dan harus dicegah,” jelas Ary Ginanjar Agustian Founder ESQ pada temu media bertajuk “Jelajahi Permainan Rakyat Nusantara” di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (29/5).

Advertisement

Melihat fakta ini, Lembaga Kemanusiaan (LK) ESQ memboyong 1.000 anak yatim piatu dan dhuafa untuk bermain permainan tradisional bertajuk “Jelajahi Permainan Rakyat Nusantara” di TMII Rabu (29/5).

“Seribu anak-anak yatim piatu dan dhuafa ini adalah anak-anak panti asuhan dan lembaga pendidikan dibawa binaan Lembaga Kemanusiaan ESQ yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cikarang,” jelas Lea Sri Endari Irawan, Ketua Lembaga Kemanusiaan ESQ.

Lebih lanjut perempuan yang akrab disapa Lea Irawan ini menjelaskan, “Jelajahi Permainan Rakyat Nusantara” ini merupakan tema kegiatan edukasi melestarikan budaya Indonesia melalui permainan rakyat nusantara dan mengembalikan dunia bermain anak.

“Kegiatan hari ini adalah rangkaian acara Semesta Ramadhan,” ujar Lea Irawan menambahkan.

Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi saat ini dimana gadget sudah sangat mempengaruhi kehidupan anak-anak.

Advertisement

“Kita lihat dari berbagai lapisan usia sudah terbawa gadget terutama anak-anak. Anak-anak kini punya dunianya sendiri padahal sesungguhnya mereka masih butuh waktu untuk bermain bersama, membemtuk team work seperti kenangan kita puluhan tahun lalu,” jelas Lea Irawan.

Lembaga Kemanusiaan ESQ mengajak anak-anak untuk belajar mengenal kebudayaan daerah dan bermain permainan nusantara. Anak-anak berkunjung ke beberapa Anjungan daerah yang ada di Taman Mini Indonesia Indah, antara lain; Anjungan Sumatera Barat, Anjungan Daerah lstimewa Yogyakarta, Anjungan Kalimantan Selatan, Anjungan Sulawesi Tenggara, dan Anjungan Nusa Tenggara Barat.

“Disetiap anjungan anak-anak diajak mengenal dan bermain permainan Gasing, Egrang, Dampu, Congklak, Kelereng, Galasin, Karet, dan permainan nusantara lainnya. Setidaknya ada 10 permainan tradisional disetiap anjungan,” jelas Lea Irawan.

Meski pun tidak bisa lagi mengembalikan permainan tradisional nusantara di zaman teknologi ini, Lea Irawan berharap dengan mengenalkan anak-anak permainan zaman dulu setidaknya mereka bisa membawa permainan ini kepada lingkungan tempat mereka tinggal dan disampaikan kepada anak cucunya kelak.

Lebih lanjut Ary Ginanjar menambahkan bahwa kegiatan Semesta Ramadhan ini melahirkan empat aspek yakni fiskal, intelektualitas, emosional, dan spiritualitas.

Advertisement

“Aspek pertama memberikan dampak fiskal yakni kami menampung donatur untuk memberikan dana infak kepada orang yang membutuhkan,” kata Ary Ginanjar.

Kedua, aspek intelektualitas. Sebagaimana yang diungkapkan WHO bahwa generasi penerus bangsa mengalami adiksi gadget. “Hal ini harus dicegah, yang harus dicegah dengan salah satu cara yaitu lewat permainan tradisional. Kita mencoba mengalihkan fokus anak-anak bahwa mainan tradisional gak kalah menariknya,” jelas Ary Ginanjar.

Ketiga, ia menjelaskan manfaat dari sisi emosionalitas. “Kita bisa liat tawa dan kebersamaan mereka. Mereka tertawa karena melihat temannya main gundu yang belum pernah dia mainkan. Hal ini memberikan suasana berbeda, ada mainan baru, teman baru yang kemudian membangun alam bawa sadarnya. Dan apa yang dia lakukan hari ini akan diingin sampai dia tua,” jelasnya lagi.

Keempat, aspek spiritualitas. “Kita semua punya kewajiban membayar zakat oleh seluruh insan yang mampu. Yang menerima akan mendapat cinta dan kasih sayang,” kata Ary Ginanjar.

“Harapan saya, dengan segi empat ini semuanya terpenuhi. Mudah-mudahan menjadi nilai tambah di samping zakat yang diberikan secara konvensional,” pungkasnya.

Advertisement

Dalam kegiatan ini juga Lembaga Kemanusiaan ESQ memberikan uang santunan, bingkisan dan perlengkapan sekolah bagi 1.000 anak yatim, piatu, dan dhuafa. Setelah mengikuti acara ini diharapkan anak-anak mengetahui tentang berbagai macam permainan rakyat yang merupakan kebudayaan kekayaan luhur budaya bangsa Indonesia.

Selain itu, anak-anak dapat melestarikan kebudayaan dan permainan nusantara yang beragam.

Acara Semesta Ramadhan dengan konsep edutainment ini mendapat dukungan dari berbagai perusahaan, diantaranya PT. L’Essential, PT. Pegadaian (Persero), Yayasan Baitul Maal BRI (YBM BRI), Paxel, CIMB Niaga Syariah, Lotteria, Sandal Lucu (SANCU), Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa (YWBNB), APP Sinar mas, Trac, Green Bottle, dan TMII.

rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...