Nasional
Lomba BPIP Dinilai Provokatif, Chandra Irawan: Jadi Ingat Ada yang Pernah Bilang Musuh Besar Pancasila adalah Agama
Kabarpolitik.com, JAKARTA– Tema lomba artikel yang diselenggarakan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) dinilai provokatif.
Itu disampaikan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat, Chandra Purna Irawan kepada JPNN.com (jaringan Kabarpolitik.com), Minggu (15/8/2021).
Ia mengaku khawatir tema lomba tersebut akan membuat masyarakat menilai seolah-olah telah terjadi pertentangan antara negara dan agama terutama Islam.
“Saya jadi teringat dulu ada yang mengeluarkan statement bahwa musuh terbesar Pancasila adalah agama,” kata Chandra.
Semestinya, tema yang diangkat BPIP lebih bersifat merangkul. Misalnya, peran ekonomi syariah dalam pembangunan atau peran santri dalam teknologi berkemajuan.
“Atau tema lainnya yang tidak menunjukkan adanya pertentangan atau provokatif dan dikhawatirkan akan memancing perpecahan dan kecurigaan antarkelompok,” katanya.
Ketua Eksekutif BPH KSHUMI (Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia) itu juga menilai, mempersoalkan hormat bendera dengan Islam terlalu jauh.
Karena di dalam UU pun masih terdapat perbedaan tafsir, apakah yang dimaksudkan menghormat bendera adalah mengangkat tangan saja atau tidak.Ketua Eksekutif Nasional KSHUMI, Chandra Purna Irawan
Sementara, sambungnya, sikap tidak mengangkat tangan diperbolehkan sebagaimana ketentuan dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
Hal itu mengacu pada bagian ketiga ketentuan UU itu bahwa tata cara penggunaan bendera negara, Pasal 15 Ayat 1 disebutkan:rn(Fajar)rn


