Connect with us

Nasional

Menengok Kampung Halaman

Published

on

Oleh: Dr Abustan
Dosen Universitas Islam Jakarta (UID)

SETELAH menuntaskan ibadah puasa selama sebulan, di penghujung Ramadan saya menuliskan cuitan di FB saya: “ramadhan, telah meninggalkan kita semoga segala nilai ibadah terinternalisasi dalam kehidupan se hari2. kini, sayup2 kemenangan terdengar dikumandangkan merayap pelan di relung hati di hari fitri inikita kembali ke fitrah kita semua.Mohon maaf lahir bathin”.

Momen penting Ramadan ini, terasa lebih spesial dan “khusyuk” karena dilaksanakan pada saat mudik, saya istilahkan “menengok kampung halaman”. Kegiatan aktivitas mudik, bukan sekadar dan atau sebatas perjalanan membayar “hutang” kerinduan dengan sanak keluarga (handai taulan). Namun, lebih dari itu kembali merawat pikiran-pikiran segar masa lalu yang tertanam ketika masih kecil bersama dengan sahabat-sahabat.

Bahkan, momentum Idulfitri kembali merajut persaudaraan yang masih terasa sangat jernih, orsinil, dan tanpa pamrih. Tidak hanya itu, kita seolah-olah diantar kembali mengingat dan mengenang cerita-cerita masa lalu yang merupakan perjalanan spiritual yang sangat membahagiakan. Tentunya, hal ini dapat menjadi inspirasi dan atau motivasi dalam menyonsong tantangan kehidupan di masa yang akan datang .

Apalagi, dalam era disrupsi teknologi informasi yang egaliter, pertarungan gagasan dan narasi tidak terbantahkan/terelakkan. Kesemuanya itu, telah menyempurnakan kehidupan di era milineal ini. Di sisi lain, sekaligus pula telah menjadi gambaran kegelisahan kehidupan kontemporer yang merupakan kondisi kekinian dan keniscayaan .

Advertisement

Karena itulah, menengok kampung halaman adalah kesempatan baik untuj menstabilkan kembali pikiran-pikiran dari berbagai syakwasangka politik yang penuh hiruk-pikuk dan gesekan atmosfir politik perkotaan dengan tensi yang terus memanas akhir-akhir ini .

Dengan demikian, inilah momentum yang sangat baik bagi kita semua untuk merefleksi dan introspeksi terhadap berbagai hal. Sebab, dengan masih memendam sikap permusuhan dan rasa kebencian akibat perbedaan politik di Pileg dan Pilpres hanya akan mengurangi kekhidmatan dalam beribadah.

Akhirnya, menilik pada sejarah mudik maka selalu saja menyisakan nilai ketulusan dan kebersamaan (colektivitas comunal). Menggaris bawahi ketulusan sebagai jati diri masyarakat pedesaan, sesungguhnya juga sebagai visi moralitas keagamaan dan merupakan aspek yang sama sekali tidak bisa diabaikan. Kalau mau jujur, inti beragama senyatanya ada pada ketulusan. Karena itu, orang-orang desa telah mewujudkannya dalam nilai-nilai persahabatan tanpa pamrih. (*)

Watampone, 7 Juni 2019

rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...