Connect with us

Nasional

Mengungkap Motif Pembunuhan Satu Keluarga, dari Dendam Hingga Spikopat

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Kasus pembunuhan bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Setidaknya ada empat faktor yang biasanya mempengaruhi pelaku. Paling utama, adalah dendam pelaku terhadap korban.

“Yang pertama pasti dendam,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di kantornya, Jakarta, Selasa (13/11).

Kedua, katanya kemungkinan masalah harga diri. “Apakah dia pernah dimaki-maki, apakah dipermalukan di depan orang lain sehingga dia ingin menghabisi sekeluarga,” sebut Setyo.

Ketiga, belajar dari pengalaman kasus kematian satu keluarga di Surabaya, itu didasari karena utang piutang. “Jadi dia utang lalu tidak bisa membayar, gimana caranya dia bisa membayar, jadi dia dibunuh,” ulas jenderal bintang dua itu.

Terakhir, pelaku mengidap psikopat atau kelainan jiwa. Pada dugaan ini, si pelaku memiliki hasrat ingin membunuh jika melihat orang lain.

Advertisement

“Biasanya yang psikopat gini dia tidak ngerasa bersalah. Kira-kira itulah empat faktor yang bisa mempengaruhi seseorang membunuh sekeluarga,” jelasnya.

Dalam beberapa kasus, pembunuhan justru dilakukan orang terdekat korban. “Selain orang dekat kemungkinan juga orang yang dikenal dengan korban,” tambah dia.

Lebih lanjut Setyo menerangkan, beberapa kali polisi sulit mengungkap kasus pembunuhan. Sebab, terkadang alat bukti yang sah sulit didapatkan juga keterangan saksi.

Salah satu kasus yang belum terungkap yakni pembunuhan satu keluarga di Kalimantan Timur pada tahun lalu. “Sampai sekarang tidak terungkap karena tidak ada saksi, alat buktinya minim. Ada, tapi mungkin tidak bisa diungkap dari sidik jadi, dari darah pelaku, itu agak susah,” tutur mantan Wakabaintelkam Polri itu.

Untungnya pada kasus pembunuhan di Bekasi, kata Setyo, tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) sudah bekerja sama untuk membantu mendapatkan alat bukti pelaku berdasarkan sidik jari.

Advertisement

“Jadi kami mendapatkan informasi yang lengkap dari alat bukti tersebut ketika kami mendapatkan secuil alat bukti. Yang akurat biasanya sidik jari,” ucapnya.

Sementara itu, saat ditanya apakah tindakan pelaku bisa dikenakan pasal pembunuhan berencana, Setyo mengatakan itu bisa saja jikalau si pelaku sudah merencanakan untuk membawa senjata dan berniat untuk membunuh.

“Tapi kalau dia senjatanya mendapatkan di TKP seperti menusuk, itu tidak bisa (dikenakan),” pungkas jenderal yang akan pensiun itu.

(dna/JPC)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...