Connect with us

Nasional

Pemilu 2019, JK: Antara Harapan dan Ketegangan

Published

on

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat menghadiri Festival Kebangsaan II di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (6/4). (Fisca Tanjung/JPC)

Kabarpolitik.com, MALANG – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menghadiri Festival Kebangsaan II di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pada kesempatan ini, JK berkomentar tentang Pemilu 2019. Momen pesta demokrasi dianggap sebagai ujian antara harapan dan ketegangan.

“Memang kami sebagai bangsa itu selalu diuji. 11 Hari lagi Pemilu, juga ujian antara harapan dan ketegangan. Bagi yang ikut tentu harapan. Sekaligus tegang menang atau kalah,” ujar JK, Sabtu (6/4).

JK menyebutkan, segala ujian akan menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang lebih besar. Selain pemilu, sebentar lagi umat muslim juga akan menghadapi ujian. Yakni, masuknya bulan Ramadan.

“Sebulan lagi Ramadan. Itu juga merupakan ujian dan cobaan serta kenikmatan. Sebagai bangsa yang besar, segala cobaan itu merupakan sebuah kenikmatan. Hal itu bisa menjadikan bangsa menjadi lebih kuat,” ucap JK.

Advertisement

Di depan ribuan mahasiswa, JK lantas menyampaikan perbedaan antara negara dan bangsa. “Negara jelas ada batasnya. Tapi bangsa tidak mempunyai batas. Batasannya adalah kesamaan, perasaan, dan tujuan. Itulah yang mempersatukan kami sebagai bangsa. Kami menghargai kebangsaan dengan kebhinekaan. Perbedaan bukan kelemahan. Tapi perbedaan adalah kekuatan,” ulas JK.

Meski berbeda-beda, Indonesia mempunyai kekhasan yang tidak dipunyai negara atau bangsa lain. Salah satunya mempunyai kepulauan terbesar di dunia. Yaitu, sebanyak 17 ribu pulau. Indonesia juga terdiri dari beragam suku. Seperti Jawa, Batak, Makassar, dan lainnya.

JK menekankan, ada tiga 3 hal yang harus disatukan untuk memajukan sebuah bangsa. Pertama, pemerintah yang bersih, tegas, dan mempunyai aturan aturan yang baik. Kedua, teknologi, ilmu yang dikuasasi bangsa.

Ketiga, enterpreneurship atau kewirausahaan. “Disamping faktor-faktor lainnya, kami harus menyatukan tiga hal ini. Segitiga ini untuk maju,” tukas JK.

Tidak ada negara maju tanpa adanya teknologi, penguasaan, maupun kewirausahaan yang baik. “Tidak ada negara yang maju tanpa pemerintahan yang baik. Apabila ketiganya baik, maka majulah bangsa itu dan kami menuju ke situ,” imbuh JK.

Advertisement

Semetara itu, Fetival Kebangsaan juga dihadiri oleh beberapa tokoh. Antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Abdul Malik Fadjar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala BNPB Letjend TNI Doni Monardo, dan lainnya.

(JPC)

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik7 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik7 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik7 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik7 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik7 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik7 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik7 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...