Connect with us

Nasional

Pensiunan 2049 Lakonkan Koruptor Tak Bisa Dikubur

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA–Teater Gandrik kembali akan mentas di ibukota. Setelah dua tahun lalu sukses menyuguhkan lakon Hakim Sarmin, rombongan teater asal Jogjakarta ini kembali dan akan melakonkan Para Pesiunan 2049.

Tetap menggunakan gaya “guyon parikena” atau sindiran halus, Para Pensiunan 2049 akan menyindir situasi yang terjadi saat ini. Ide dasarnya adalah menyerap pesimisme akan upaya pemberantasan korupsi, dipadukan dengan naskah saduran karya almarhum Heru Kesawa Murti berjudul Pensiunan (1986) yang ditulis ulang Agus Noor dan Susilo Nugroho.

“Gagasan dasarnya, sebenarnya rasa gemas kita ketika setiap usaha melakukan gerakan antikorupsi sepertinya menemui jalan buntu,” kata Butet Kartaredjasa selalu pimpro pementasan Para Pensiunan 2049 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (23/4).

Dikisahkan, pada 2049 di suatu negeri antahberantah terbit Undang Undang Pemberantasan Pelaku Korupsi yang mengharuskan siapa pun yang mati wajib memiliki Surat Keterangan Kematian yang Baik (SKKB).

Rupanya, aturan itu dibuat memang untuk membuat para koruptor jera. Pasalnya, tanpa SKKB siapa pun yang mati tidak bisa dikubur. Sementara, hanya orang yang tidak pernah melakukan korupsi yang berhak mendapat SKKB.

Advertisement

Keberadaan aturan tersebut membuat para pensiunan yang ingin hidup tenang di negeri antahberantah gelisah. Akhirnya, segala cara dilakukan demi mendapatkan SKKB. Disutradarai oleh G. Djaduk Ferianto, kegelisahan para pensiunan tersebut akan dikemas penuh dengan guyon dan sindiran.

“Banyak pesan-pesan yang mau disampaikan dalam alur cerita ini,” kata Djaduk.

Meskipun Para Pensiunan 2049 sudah 2 kali dipentaskan di Jogjakarta, Djaduk dan Butet menjanjikan penampilan yang fresh di Jakarta. Apalagi, pementasan di Jakarta dilakukan setelah Indonesia menggelar Pemilihan Umum (Pemilu). Oleh karenanya, pasti ada guyonan yang berbeda.

“Dalam kebiasaan Gandrik, naskah sangat elastis, penuh improvisasi. Tentu, biasanya akan ada prubahan-perubahan teks. Karena situasi di luar sana juga masih berubah. Tampil di Jogjakarta sebelum pemilu. Sedangkan, di Jakarta setelah pemilu. Pasti akan ada perbedaannya karena pemain penuh impovisasi,” ujar Butet.

Namun, Butet memastikan penonton tidak akan kehilangan benang merah dari Para Pensiunan 2049. Sebab, impovisasi yang dilakukan tidak akan mengorbankan alur cerita. Setiap pemain, sudah tahu karakter dan batasannya masing-masing.

Advertisement

“Teater Gandrik ini sudah mulai latihan sejak Oktober 2018. Semua sudah dibicarakan bersama. Jadi, tidak akan kehilangan alur ceritanya,” tandas Butet.

Sementara itu, Djaduk mengatakan pasti akan ada kejutan-kejutan baru dari para pemain. Sebab, ini kali pertama mereka akan tampil di tempat pertunjukan semegah Ciputra Artpeneur. Mengingat, beberapa pemain memang asli orang kampung yang biasanya berurusan dengan sawah.

Oleh karenanya, Djaduk memastikan pementasan Para Pensiunan 2049 di Jakarta akan berbeda dengan di Jogjakarta.

Dimeriahkan oleh Butet Kartaredjasa, Susilo Nugroho, Jujuk Prabowo, Rulyani Isfihana, Sepnu Heryanto, Gunawan Maryanto, Citra Pratiwi, Feri Ludiyanto, Jamiatut Tarwiyah, Nunung Deni Puspitasari, Kusen Ali, M. Yusuf ‘Peci Miring’, M. Arif ‘Broto’ Wijayanto, Muhamad Ramdan, dan Akhmad Yusuf Pratama, Para Pensiunan 2049 akan 2 kali pentas di Jakarta, yakni pada 25 dan 26 April 2019 pukul 20:00 WIB, di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta.

Untuk tiket bisa dibeli secara online melalui laman www.kayan.co.id dan www.blibli.com. Disediakan 6 kategori tiket dengan kisaran harga mulai Rp 200 ribu hingga Rp 2 juta. (jp)

Advertisement

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...