Connect with us

Nasional

Perekaman KTP-el di Makassar Masih Rendah

Published

on

Kabarpolitik.com, MAKASSAR — Perekaman KTP Elektronik (KTP-el) belum sesuai yang diharapkan. Di Makassar sendiri, perekaman KTP-el juga terbilang rendah.

Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Keluarga Berencana (Disdukcapil KB) Sulsel, Sukarniaty Kondolele menjelaskan perekaman hingga September, perekaman KTP-el tingkat provinsi mencapai 89,7 persen.

Makassar paling rendah perekamannya.
Dia mengemukakan tiga kabupaten dengan perekaman KTP-el terendah diantaranya Makassar masih pada posisi 76,58 persen, Jeneponto 78,14 persen dan Tana Toraja 79,33 persen.

“Jadi tiga kabupaten/kota itu masih bertahan di posisinya masing-masing,” ungkapnya.

Sukarniaty melanjutkan, progresnya memang ada tapi sangat kecil.
Berdasarkan laporan, ada beberapa kendala yang dihadapi kabupaten/kota untuk memaksimalkan perekaman eKTP.
Seperti Jeneponto, disebabkan oleh peralatan yang masih minim. Kemudian saraja ribbonnya juga kurang.

Advertisement

“Tapi saya dengarnya dipantau terakhir dengan Plt Kadis Disdukcapil Jenepontonya, seperti ribbon itu sudah dianggarkan di APBD. Jadi ini suatu kemajuan yang cukup baik,” ungkap dia.

Sementara di Makassar, lanjut dia, berkaitan dengan pembersihan data. “Pasalnya, jika mau dipikir, Selayar saja yang begitu susah dijangkau karena pulaunya cukup jauh dari pusat kota, cukup baik. Selalu menunjukkan peningkatan,” tuturnya.

Pembersihan data itu terkait dengan data kematian dan kelahiran, data pindah dan persoalan lain.
Namun dia menekankan, sebetulnya pembersihan itu tidak boleh juga menjadi pertimbangan terus. Harus secepatnya dirapikan untuk tertib administrasi.

“Ini kan kadang-kadang, daerah suka mempertahankan. Saya tidak tahu apakah itu alasannya Kota Makassar atau tidak. Tapi kadang-kadang daerah itu tidak mau membersihkan datanya karena terkaitan dengan biasanya alasan politik karena jumlah kursi di partai. Bisa juga karena dana atau lain sebagainya. Itu alasan klasik. Tapi seharusnya yang seperti itu tidak bisa jadi alasan,” ungkap dia.

Dilanjutkannya, daerah lebih banyak fokus pada perekaman, sehingga pembersihan dan pemutakhiran tidak terpikirkan.

Advertisement

Jika pencatatan belum maksimal, hingga 30 Desember, masyarakat tidak melakukan perekaman, akan dilakukan penonaktifan data-data kependudukan yang bersangkutan.
“Perekaman harus rampung pada 31 Desember,” pungkasnya.

Menyikapi data tersebut, Kepala Dinas Dukcapil Kota Makassar, Neilma Palamba mengatakan, jika data yang dikatakan oleh Disdukcapil provinsi itu adalah data lama. Tepatnya data sekitar bulan Juni lalu.

Sekarang, data itu dikatakan Neilma telah naik persentasenya. Ia memperkirakan, saat ini rekaman KTP-el di Makassar telah naik sampai sekitar 85 persen. Bahkan saat perilisan data di Desember nanti, ia menargerkan telah bisa mencapai 95 persen.

“Data itu kan data bulan Juni, sekarang bulan November. Kita kerja terus, sekarang itu sudah naik mi, tapi baru bisa kita rilis Desember nanti. Sekarang ini kalau kita perkirakan sudah sampai di angka 85 persen. Itu terus akan kita tingkatkan hingga 95 persen di Desember nanti,” jelas Neilma.

Neilma menambahkan kembali, jika saat ini ia selalu menekankan kepada masyarakat untuk merekam datanya. Ia mengancam, jika tidak melakukan rekaman, maka data tersebut akan diblokirnya.

Advertisement

“Iya pokoknya kita ancam datanya akan diblokir kalau ndak datang merekam. Mungkin ancaman itu juga yang buat masyarakat ramai-ramai mi untuk rekam datanya,” ucap Neilma. (rhm/bkm/fajar)

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...