Connect with us

Nasional

Raker dengan Menteri Agraria, Andi Mariattang Pertanyakan Kasus Sengketa Tanah di Bulukumba

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Komisi II DPR RI melakukan rapat kerja dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI, Sofyan A Djalil, Senin (1/10). Dalam raker, agenda yang dibahas adalah penyelesaian kasus-kasus pertanahan.

Hingga kini, konflik agraria dalam bentuk sengketa tanah masih menjadi masalah utama di Indonesia. Salah satu kasus yang menjadi pembahasan dalam rapat adalah sengketa tanah di Bulukumba yakni antara PT Lonsum dengan masyarakat adat Kajang.

Di dalam raker, anggota Komisi II DPR RI asal Dapil II Sulsel, Andi Mariattang, memaparkan tentang kasus sengketa tanah di Bulukba tersebut. Menurut Mariattang, kasus ini sangat mendesak untuk diselesaikan.

“Permasalahan Lonsum harus segera ditindaklanjuti. Saya mendapat info sebelumnya sudah ada pertemuan membahas aspirasi masyarakat untuk pengukuran ulang lahan HGU. Mohon bagaimana perkembangan dari tim bersama yang sudah dibentuk dengan Kemendagri?” desaknya.

Mariattang juga secara tegas menyebut bahwa kasus ini sudah berlangsung lama, namun tidak kunjung ada penyelesaian. Kasusnya sering mengendap kemudian muncul lagi.

Advertisement

“Masyarakat adat Kajang tipikalnya sabar. Selama bertahun-tahun mereka menderita, namun mungkin suara mereka tidak didengar. Nah, sekarang sudah ada wakil masyarakat Kajang Bulukumba di Komisi II, pasti saya akan “mengejar terus” (minta dituntaskan),” tegas Mariattang.

Politisi PPP yang juga mantan jurnalis ini juga akan terus berkoordinasi dengan Pemda Bulukumba dan masyarakat adat Kajang.

Kasus sengketa tanah di Bulukumba ini akhirnya masuk dalam kesimpulan rapat Komisi II.

Dalam rapat itu, Komisi II mengapresiasi penyelesaian kasus-kasus konflik pertanahan yang telah ditangani dan diselesaikan oleh Kementerian ATR/BPN RI. Terkait kasus-kasus tanah yang belum tuntas, Komisi II DPR RI mendesak agar secepatnya dituntaskan.

Komisi II DPR juga mendesak Kementerian ATR/BPN RI untuk menyelesaikan konflik pertanahan yang sudah dibahas sebelumnya di Komisi II DPR RI dan dijanjikan untuk ditindaklanjuti. Seperti pengukuran ulang HGU beberapa perusahaan di Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumbar, kasus tanah di Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan, dan kasus tanah di Kabupaten Bintan Provinsi Kepri, serta lainnya. (yon)

Advertisement

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...