Politik
RUU Reforma Agraria Disiapkan, Bob Hasan Soroti Ketimpangan di Balik Penguasaan Lahan
Published
4 minggu agoon
Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria harus menghadirkan kebaruan (novelty) dalam pengaturan agraria, bukan sekadar mengulang ketentuan yang telah diatur dalam berbagai undang-undang sektoral. Hal tersebut dinilai penting agar RUU mampu menjawab persoalan ketimpangan dan konflik agraria yang masih terjadi di masyarakat.
Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Bob Hasan, menyampaikan pandangan tersebut saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR RI dalam rangka persiapan pembahasan RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria di Ruang Rapat Baleg, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Bob menjelaskan, persoalan agraria saat ini bersinggungan dengan berbagai regulasi, antara lain Undang-Undang Pokok Agraria, UU Kehutanan, dan UU Perkebunan. Menurutnya, RUU Reforma Agraria harus mampu menghadirkan norma baru yang dapat menjembatani persoalan yang belum terselesaikan melalui regulasi sektoral.
“Kalau kita terikat, terbelenggu dengan undang-undang yang ada, itu akan dinyatakan bahwa memang itu haknya perkebunan. Telah dilaksanakan undang-undang perkebunan, masyarakat tidak punya hak di situ,” kata Pejuang Politik Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Menurut Bob, reforma agraria tidak cukup hanya dilihat dari aspek legalitas penguasaan lahan, tetapi juga perlu mempertimbangkan kondisi masyarakat di sekitar lahan yang dikuasai dalam skala besar.
“Ketimpangan dalam perspektif pengaturan reforma agraria adalah ketimpangan di mana ada kebun yang besar, tapi sekitar masyarakatnya tidak sejahtera. Itu ketimpangan, Pak,” ujarnya.
Karena itu, Bob menilai penggunaan nomenklatur “pengaturan” dalam RUU tersebut harus memiliki konsekuensi substantif. Pengaturan yang dibentuk harus menghadirkan kebaruan dalam norma hukum dan tidak berhenti pada pengulangan ketentuan yang sudah ada.
“Maka nomenklatur pengaturan ini adalah novelty, Pak, novelty dalam bentuk perundang-undangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebaruan dalam peraturan perundang-undangan dapat diwujudkan melalui konsep dan norma yang secara spesifik menjawab persoalan tertentu. Untuk itu, RUU Pengaturan Reforma Agraria diharapkan mampu memberikan landasan hukum yang lebih komprehensif dalam menangani ketimpangan dan konflik agraria.
Bob berharap pembahasan RUU tersebut menghasilkan aturan yang tidak hanya bersifat umum, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret terhadap berbagai persoalan agraria yang masih terjadi di lapangan.
Menhan Sjafrie Kunjungi Yonif TP 876/Palatana di Sumba Timur, Tegaskan Peran Prajurit
Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 930/Toda Tebi: “Kalian Adalah Prajurit Bhinneka Tunggal Ika, Pengawal Kedaulatan di Tanah Sumba”
Kota Tua Punya Potensi Sejarah Besar, Rahayu Saraswati Minta Perawatan Museum Diperkuat
Cegah Bansos Salah Sasaran, M. Husni Dorong Penguatan Satu Data Indonesia
Rahayu Saraswati Apresiasi M Bloc Space, Aset Negara Jadi Ruang Kreatif dan Penggerak UMKM
Presiden Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Budi Revita Jadi KSAD di Istana Negara
Presiden Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI dan Kepala Badan Pengelola Perbatasan
Silaturahmi dengan Para Kiai PP Dalwa Pasuruan, Wapres Mohon Doa untuk Kebaikan Bangsa
Wamenhan Tinjau Area Gudang Utara Kodam III/Siliwangi
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....
Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...
Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...
Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...
Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU
Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...
Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...
Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...
Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah
PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...
Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel
Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...
Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...

