Connect with us

Nasional

Soal Pembahasan RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan, Andi Mariattang: Tidak Ada Alasan Menunda

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Percepatan pembahasan RUU tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan kini terus mendapatkan dukungan dari DPR. Salah satunya dukungan dari dari Fraksi PPP DPR RI. Sebagai partai pewaris ulama, PPP terpanggil dan menjadi bagian dari aktor utama mendorong RUU tersebut.

Andi Mariattang, S.Sos, anggota dari Fraksi PPP wilayah pemilihan Sulsel II menjelaskan tidak ada alasan untuk menunda kehadiran RUU tersebut. Terlebih Badan Legislasi sudah menetapkan sebagai salah satu RUU insiasiatif DPR masuk menjadi prioritas utama yang diharapkan sudah selesai di masa sidang tahun 2018.

Lebih jauh Andi Mary, demikian biasa disapa menjelaskan tidak bisa dipungkiri selama ini ada kesan perhatian pemerintah terhadap pengembangan dunia pendidikan terutama berbasis pesantren masih kurang. Padahal fakta sejarah kehadiran Pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan sejak dahulu hingga sekarang memiliki peran yang sangat penting dalam mengangkat derajat kualitas pendidikan di Indonesia.

‘’Meski tidak bisa dipungkiri, ada kesan terhadap lembaga pesantren dan lembaga keagamaan lainnya masih dinomorduakan,’’ ujar Andi Mary.

Menurutnya, desain alokasi anggaran 20 persen untuk pendidikan melalui APBN dan APBD seharusnya dialokasikan secara merata kepada semua komponen subsistem pendidikan, baik pada jenjang dan jenis pendidikan yang berbeda, dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional, yang di dalamnya ada Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren.

Advertisement

‘’Kenyataan di lapangan, postur alokasi dalam APBN dan APBD di daerah selama ini memperlhatkan ketidakadilan dalam melakukan desain distribusi. Terjadi disparitas anggaran yang cukup tinggi. Bahkan dalam beberapa kasus, pesantren seolah dibiarkan tumbuh sendiri, dipaksa mandiri tanpa intervensi bantuan sama sekali. Kita seolah lupa betapa besarnya kontribusinya dalam mencerdaskan bangsa,’’ ujarnya.

Masih menurut Mary, fakta lain di lapangan ditemukan beberapa daerah secara nyata juga memang minim perhatian terhadap lembaga pendidikan keagamaan, karena memandang tidak menjadi bagian kewenangan langsung. Pemerintah menganggap semua lembaga pendidikan yang bergerak dalam bidang keagamaan masih menjadi tanggung jawab penuh pemerintah pusat melalui Kementerian Keagamaan.

‘’Pengajuan permohonan pembangunan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan terkendala oleh terbatasnya anggaran di Kementerian Agama dan tidak didukung oleh Pemerintah Daerah karena dianggap sebagai urusan yang bersifat vertikal,’’ ujarnya.

Sayangnya, disparitas kebijakan anggaran tersebut berpengaruh terhadap banyak hal. Salah satunya adalah sarana prasarana yang sangat minim dan pelaksanaan KBM yang serba terbatas. Akibatnya cita dan harapan kualitas mutu pendidikan juga menjadi terhambat. Umumnya madrasah yang didirikan masyarakat dalam kondisi terbatas dalam berbagai hal.

‘’Madrasah itu ada sampai ke pelosok desa dan banyak menyasar orang-orang miskin.Madrasah ini hanya dibentuk dan bernaung dalam Yayasan yang serba terbatas. Sudah sepantasnya mendapat perhatian lebih oleh negara,’’ ujarnya.

Advertisement

Menurut Mary, RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan tidak hanya mengatur jaminan alokasi anggaran yang setara dalam APBN dan APBD, lebih jauh juga jaminan kesetaraan dan kualitas pendidikan terutama dalam kurikulum dan kualitas proses KBM-nya.

Dia menambahkan, RUU ini mengamanatkan negara agar lebih menguatkan pendidikan pesantren, baik dari segi pendanaan, pengakuan maupun sinkronisasi kurikulum dengan lembaga pendidikan yang dikelola negara melalui kementerian agama maupun kemendikbud. (yon)

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...