Politik
Soroti Miskomunikasi APH, Andi Amar Minta Implementasi KUHP Baru Dibenahi Total
Published
5 bulan agoon
Berlakunya KUHP dan KUHAP baru pada tahun 2026 masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah di lapangan. Hal ini menjadi sorotan Anggota Komisi III DPR RI, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman.
Menurutnya, implementasi kedua regulasi tersebut harus benar-benar dikawal agar tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi mampu dijalankan secara efektif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya perubahan paradigma penegakan hukum yang kini lebih mengedepankan keadilan restoratif (restorative justice) dan pendekatan rehabilitatif.
“Banyak laporan yang masuk ke Komisi III terkait praktik di lapangan yang belum sejalan dengan KUHP dan KUHAP baru, seringkali akibat miskomunikasi di antara aparat penegak hukum. Jangan sampai terjadi kegagalan sistem, di mana masyarakat justru lebih memilih melapor ke DPR dibandingkan ke APH,” ujar Andi Amar usai Kunjungan Kerja Reses Komisi III di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (24/04/2026).
Sebagai langkah penyelarasan, ia mengungkapkan bahwa Komisi III DPR RI saat ini tengah membahas revisi RUU Polri, RUU Kejaksaan, dan RUU Narkotika agar selaras dengan substansi KUHP dan KUHAP baru.
Selain itu, Andi juga menyoroti maraknya kasus korupsi yang melibatkan kepala desa. Ia meminta agar fungsi bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) di kejaksaan lebih dioptimalkan untuk membimbing administrasi hukum di tingkat daerah hingga desa.
“Kepala desa maupun kepala daerah yang pemahaman administrasi hukumnya masih terbatas perlu dibimbing melalui fungsi Datun. Ke depan, kami juga akan mendorong penambahan anggaran agar fungsi ini bisa berjalan lebih maksimal,” jelas politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Mengingat posisi Nusa Tenggara Timur sebagai wilayah perbatasan, ia juga mengingatkan potensi kerawanan peredaran gelap narkotika. Untuk itu, ia mendorong penguatan kolaborasi antara Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Polda setempat.
Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan II itu menekankan pentingnya pendekatan rehabilitasi bagi pengguna narkotika yang berstatus korban, bukan semata-mata pendekatan pemidanaan.
“Pengguna yang menjadi korban harus direhabilitasi dan bisa dijadikan saksi kunci untuk mengungkap jaringan pengedar hingga bandar besar,” tegasnya.
Di akhir, Andi Amar menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran aparat penegak hukum di NTT atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas, meskipun dihadapkan pada tantangan geografis dan keterbatasan wilayah kepulauan yang luas.
You may like
Delegasi Indonesia Walk Out saat Netanyahu Berpidato di PBB, Syamsu Rizal: Bentuk Protes dan Kecaman terhadap Israel
Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 336/Merak Sakti di Pangandaran, Batalyon Pertama di Ujung Timur Kodam III/Siliwangi
Lanjutkan Kunker ke Majalengka, Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 338/Talaga Manggung: Dorong Penguatan Sishankamrata dan Ekonomi Daerah
Seminar Kesehatan XTR 2026 Perkuat Peran Pemuda dan Wanita dalam Membangun Ketahanan Masyarakat
Wapres Perintahkan Langsung Dokter Pribadinya, Tangani Warga yang Sakit di Posko Pengungsian Solok
DPC Gerindra Pessel Bergerak Bantu Korban Galodo di Kabupaten Solok
Abdul Wachid Tampung Aspirasi Pesantren DIY, Soroti Kesejahteraan Guru hingga Digitalisasi
Andi Iwan Aras Dorong Penguatan Anggaran Basarnas untuk Kejar Golden Time
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

