Connect with us

Nasional

Silaturahim ke MUI, Prof Mahfud MD: Penyelesaian 13 Kasus HAM Berat akan Fokus pada Korban

Published

on

JAKARTA— Menteri Kordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mahfud MD bersama tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat (PPHAM) menemui pimpinan MUI di Kantor MUI, Menteng, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Mahfud mengatakan penyelesaian 13 kasus HAM berat akan fokus pada korban, bukan pelaku. Kedatangan Mahfud juga untuk mengenalkan tim PPHAM dan masa depan penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.

Mahfud menuturkan, penyelesaian kasus HAM berat sudah menjadi janji Presiden Joko Widodo sejak periode pertama. Janji tersebut juga sejalan dengan TAP/MPR yang kemudian menjadi Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000.

“Ini yang dipersoalkan dan dilihat adalah korbannya bukan pelakunya, karena kalau pelaku biarlah Komnas HAM yang mencari bukti. Mencari pelakunya sulit sekali, kita fokus kepada krobannya, ” ujarnya di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jakarta Pusat, Selasa (01/11).

Mahfud menyebutkan, fokus kepada korban ini merupakan cara non yudisial. Ini sejalan dengan Kepres Nomor 17 Tahun 2022 tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Non Yudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu.

Advertisement

“Karena itu, Presiden mengeluarkan Kepres Nomor 17 Tahun 2022 tentang penyelesaian non yudisial kasus pelanggaran HAM berat masa lalu dengan berfokus pada korban, ” imbuhnya.

Mahfud mencontohkan, fokus pada korban adalah dengan memberikan santunan kepada para korban yang sudah dicatatat oleh tim. Bantuan tersebut beraneka macam sesuai dengan kebutuhan para korban.

“Kita akan mencatat siapa saja yang dulu dihukum tanpa pengadilan lalu mereka menginginkan santunan dari negara atau melakukan rehabilitasi social atau rehabilitasi mental. Tim ini tugasnya bukan menentukan siapa yang salah antara A, B, atau C, tetapi menemukan siapa korban yang dirugikan, ” ujarnya.

Cara seperti ini, ujar Mahfud, sudah berlangsung di beberapa negara di Eropa. Tim nanti akan mencatat siapa saja pihak yang menjadi korban pelanggaran HAM Berat. Bila korban membutuhkan pembangunan, maka dia akan mengajak Kementerian PUPR untuk membangun bangunan yang dibutuhkan.

“Korbannya tidak hanya dari kalangan PKI, dari kalangan manapun selama ada buktinya, maka bisa disantuni. Program ini masih diolah bagaimana bentuk konkretnya apakah pembangunan fisik, jaminan hari tua, ataupun beasiswa kepada keturunannya, nanti akan diolah setelah bertemu lembaga strategis seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah, ” ujarnya.

Advertisement

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas menyampaikan bahwa bila mengacu pada tragedi 1965, maka akan sulit menentukan siapa pelaku dan siapa korban. Isu tersebut sampai saat ini masih sensitif dan kedua belah pihak sama-sama merasa benar.

“Kemungkinan terjadinya perbedaan pendapat terbuka lebar. Kalau kesan saya sekilas, orang-orang yang diduga sebagai PKI itu korban atau pelaku? Kalau mereka korban tentu berbeda ketentuannya dibandingkan mereka menjadi pelaku,” ungkapnya.

Mahfud menyampaikan, tim yang diketuai oleh Makarim Wibisono tersebut banyak berisi orang-orang berpengalaman. Mereka sudah melihat praktek penyelesaian pelanggaran HAM berat non yudisial di banyak negara. Dia yakin, usaha ini akan sedikit membuahkan hasil dibanding jalur yudisial yang selama ini belum menemui ujung. (Saddam/Azhar)

[MUI]rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...