Politik
Putih Sari Dorong Payung Hukum Bonus Hari Raya untuk Skema Kemitraan
Published
7 bulan agoon
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menyoroti belum adanya pengaturan rinci terkait pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja dengan sistem kemitraan. Hal itu disampaikannya dalam Kunjungan Kerja Komisi IX ke Kota Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, hingga saat ini belum terdapat regulasi terperinci yang mengatur kewajiban pemberian THR bagi pekerja dalam skema kemitraan. Padahal, pola hubungan kerja berbasis kemitraan terus berkembang di berbagai sektor, sehingga diperlukan kepastian hukum yang mampu menjawab dinamika tersebut.
“Dari sisi regulasinya memang belum ada aturan terperinci untuk pemberian THR kepada sistem kerja kemitraan ini. Mungkin bukan dalam bentuk THR, tetapi bisa dalam bentuk bonus hari raya. Ini yang perlu payung hukum tersendiri dan akan kita dorong,” ujarnya.
Putih Sari menjelaskan, skema kemitraan memiliki karakteristik berbeda dengan hubungan kerja formal pada umumnya. Karena itu, pendekatan regulasinya perlu dirumuskan secara hati-hati agar tetap memberikan perlindungan tanpa mengabaikan sifat dasar hubungan kemitraan.
Ia menambahkan, Komisi IX akan mendorong Kementerian Ketenagakerjaan untuk melakukan kajian mendalam serta berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah, pelaku usaha, maupun perwakilan pekerja, guna merumuskan skema yang adil dan proporsional.
Selain itu, ia menyinggung adanya sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan beberapa regulasi di bidang ketenagakerjaan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi momentum bagi DPR untuk melakukan penataan ulang kerangka hukum ketenagakerjaan secara lebih komprehensif.
“Kita tidak lagi merevisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, tetapi mungkin akan membentuk satu undang-undang baru di bidang ketenagakerjaan,” ucapnya.
Menurut politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut, pembentukan undang-undang baru diperlukan agar regulasi lebih adaptif terhadap perkembangan model hubungan kerja, termasuk sistem kemitraan dan pola kerja fleksibel lainnya.
Komisi IX, lanjutnya, akan memaksimalkan fungsi legislasi dan pengawasan guna memastikan setiap kebijakan yang lahir tetap berpihak pada perlindungan hak pekerja sekaligus menciptakan kepastian hukum bagi dunia usaha.
“Kami ingin regulasi ke depan mampu menjawab kebutuhan zaman, tetapi tetap menjamin perlindungan hak-hak pekerja,” pungkasnya.
Respons Kekeringan, Dyah Firrizqi Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih
Tinjau Yonif TP 337/Sutajaya di Cirebon, Menhan Sjafrie Tegaskan Peran Strategis Yonif TP dalam Sishankamrata
Menhan Sjafrie Tinjau Marshalling Area Yonif TP 331/Sanca Manggala: Kemampuan Menembak, Bela Diri dan Patroli adalah Kewajiban Prajurit
Andre Rosiade Kirim Alat Berat Tangani Banjir Bandang di Kabupaten Solok
Wamenhan Terima Kunjungan Dubes Prancis untuk Indonesia
Rahayu Saraswati Dorong Regulasi Adaptif Era Digital dan Berpihak pada UMKM
Bambang Haryo: Pengangkutan Kendaraan Listrik di Laut Harus Punya Mitigasi Risiko yang Jelas
Andi Iwan Aras Minta Mitigasi Krisis Air Makassar Diperkuat Hadapi El Nino
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

