Connect with us

Politik

Bob Hasan Soroti Kesiapan Aparat Jelang KUHP Baru, Desak Revisi UU Polri dan Kejaksaan

Published

on

Memasuki awal tahun 2026 yang menjadi titik krusial pemberlakuan penuh Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru (UU No. 1 Tahun 2023) serta Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), Anggota Komisi III DPR RI, Bob Hasan, menyoroti urgensi kesiapan aparat penegak hukum (APH) di daerah.

“Setiap provinsi, setiap polda maupun kejaksaan tinggi, harus terus dibangun komunikasi yang kuat. Kita perlu memutakhirkan dan menyesuaikan bagaimana lembaga penegak hukum ini menjalankan undang-undang baru (KUHP dan KUHAP). Evaluasi serta komunikasi intensif antara DPR dan APH menjadi hal yang mutlak,” ujar Bob Hasan usai Kunjungan Kerja Reses di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/04/2026).

Dalam rangkaian tinjauan bersama Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT di Kupang, ia menegaskan bahwa adaptasi dan implementasi dua pilar hukum tersebut di lapangan kini menjadi prioritas utama negara.

Menurutnya, agar undang-undang yang disahkan pada 2023 tersebut berjalan efektif, diperlukan proses pemutakhiran menyeluruh di tubuh lembaga penegak hukum. Ia juga menekankan bahwa perubahan substansi hukum harus diikuti oleh pergeseran kultur dan struktur kelembagaan.

“Ketika substansinya berubah, maka kulturnya harus mengikuti. Dan karena kultur menjadi payung pelaksanaan, maka strukturnya juga harus ikut bergeser,” tegasnya.

Advertisement

Bob Hasan mengingatkan bahwa KUHP dan KUHAP merupakan pedoman utama dalam penegakan hukum, sehingga seluruh aparat tanpa terkecuali wajib berpedoman pada substansi baru tersebut.

Untuk memastikan sinkronisasi antara substansi, kultur, dan struktur hukum, Bob Hasan menegaskan perlunya langkah strategis berupa revisi undang-undang yang menaungi institusi penegak hukum.

“Perlu segera dilakukan revisi Undang-Undang Polri dan Undang-Undang Kejaksaan,” katanya.

Legislator Gerindra itu menilai, tanpa pembaruan kedua regulasi tersebut, penegakan hukum di era KUHP baru berpotensi berjalan tidak sistematis, parsial, bahkan bersifat “manual” di lapangan. Transformasi menyeluruh dari hulu ke hilir hanya dapat terwujud jika payung hukum institusinya turut diselaraskan.

Sebagai perbandingan, ia menyinggung elemen lain dalam sistem peradilan yang telah memiliki kedudukan kuat, seperti hakim dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

Advertisement

“Jika posisi hakim sudah jelas dan LPSK sudah mapan sebagai lembaga negara, maka revisi ini dibutuhkan untuk menyeimbangkan institusi penegak hukum, sehingga penegakan hukum benar-benar berjalan sesuai substansi regulasi yang telah dibentuk,” pungkasnya.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...