Politik
Bob Hasan Soroti Kesiapan Aparat Jelang KUHP Baru, Desak Revisi UU Polri dan Kejaksaan
Published
5 bulan agoon
Memasuki awal tahun 2026 yang menjadi titik krusial pemberlakuan penuh Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru (UU No. 1 Tahun 2023) serta Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), Anggota Komisi III DPR RI, Bob Hasan, menyoroti urgensi kesiapan aparat penegak hukum (APH) di daerah.
“Setiap provinsi, setiap polda maupun kejaksaan tinggi, harus terus dibangun komunikasi yang kuat. Kita perlu memutakhirkan dan menyesuaikan bagaimana lembaga penegak hukum ini menjalankan undang-undang baru (KUHP dan KUHAP). Evaluasi serta komunikasi intensif antara DPR dan APH menjadi hal yang mutlak,” ujar Bob Hasan usai Kunjungan Kerja Reses di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/04/2026).
Dalam rangkaian tinjauan bersama Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT di Kupang, ia menegaskan bahwa adaptasi dan implementasi dua pilar hukum tersebut di lapangan kini menjadi prioritas utama negara.
Menurutnya, agar undang-undang yang disahkan pada 2023 tersebut berjalan efektif, diperlukan proses pemutakhiran menyeluruh di tubuh lembaga penegak hukum. Ia juga menekankan bahwa perubahan substansi hukum harus diikuti oleh pergeseran kultur dan struktur kelembagaan.
“Ketika substansinya berubah, maka kulturnya harus mengikuti. Dan karena kultur menjadi payung pelaksanaan, maka strukturnya juga harus ikut bergeser,” tegasnya.
Bob Hasan mengingatkan bahwa KUHP dan KUHAP merupakan pedoman utama dalam penegakan hukum, sehingga seluruh aparat tanpa terkecuali wajib berpedoman pada substansi baru tersebut.
Untuk memastikan sinkronisasi antara substansi, kultur, dan struktur hukum, Bob Hasan menegaskan perlunya langkah strategis berupa revisi undang-undang yang menaungi institusi penegak hukum.
“Perlu segera dilakukan revisi Undang-Undang Polri dan Undang-Undang Kejaksaan,” katanya.
Legislator Gerindra itu menilai, tanpa pembaruan kedua regulasi tersebut, penegakan hukum di era KUHP baru berpotensi berjalan tidak sistematis, parsial, bahkan bersifat “manual” di lapangan. Transformasi menyeluruh dari hulu ke hilir hanya dapat terwujud jika payung hukum institusinya turut diselaraskan.
Sebagai perbandingan, ia menyinggung elemen lain dalam sistem peradilan yang telah memiliki kedudukan kuat, seperti hakim dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
“Jika posisi hakim sudah jelas dan LPSK sudah mapan sebagai lembaga negara, maka revisi ini dibutuhkan untuk menyeimbangkan institusi penegak hukum, sehingga penegakan hukum benar-benar berjalan sesuai substansi regulasi yang telah dibentuk,” pungkasnya.
Koordinasi Persiapan Operasi Penanganan Karhutla di Kalimantan antara Kemhan, TNI dan Delegasi Jepang
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028
TNI Amankan Kedatangan Kapal JMSDF JS Kunisaki di Pelabuhan Kijing
Kadet KKRI Kunjungi Sekolah Rakyat di Bogor, Disambut Hangat dan Berbagi Inspirasi dengan Siswa
Andre Rosiade Beri Bantuan untuk Balita Penderita Tumor di Padang
Mariana Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Tanah Laut
Presiden Prabowo Disambut Hangat Mahasiswa dan Diaspora Indonesia di New Delhi
Presiden Prabowo Tiba di New Delhi, Hadiri KTT BRICS ke-18
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

