Pemerintahan
Terima AISMOLI, Wapres Dorong Penguatan Sinergi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima audiensi Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (10/06/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan industri sepeda motor listrik nasional sekaligus langkah-langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik guna mendukung transformasi industri dan percepatan transisi energi nasional.
Upaya penguatan ekosistem kendaraan listrik ini sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, meningkatkan daya saing ekonomi nasional, serta mempercepat pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum AISMOLI Budi Setiyadi menyampaikan bahwa industri sepeda motor listrik Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif sejak mulai berkembang pada 2018–2019. Saat ini, AISMOLI menaungi sekitar 68 anggota dengan 38 merek sepeda motor listrik yang telah beroperasi di Indonesia.
AISMOLI juga menyampaikan apresiasi atas berbagai kebijakan dan regulasi pemerintah yang dinilai telah memberikan dukungan signifikan terhadap percepatan pengembangan kendaraan listrik, termasuk program bantuan pembelian sepeda motor listrik dan motor konversi yang diberikan pada 2023 dan 2024.
“Kami menyampaikan kepada Bapak Wakil Presiden bahwa secara regulasi pemerintah sudah sangat mendukung percepatan penggunaan sepeda motor listrik, baik untuk industri maupun masyarakat,” ujar Budi Setiyadi usai audiensi.
Meski demikian, AISMOLI menilai keberlanjutan program bantuan pembelian kendaraan listrik masih menjadi faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan industri sekaligus meningkatkan minat masyarakat dalam beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Menurut Budi, pelaku industri pada prinsipnya siap mendukung agenda pemerintah dalam memperluas penggunaan kendaraan listrik melalui penyediaan sepeda motor listrik baru, kendaraan hasil konversi, serta pengembangan industri pendukung seperti baterai dan komponen yang sebagian besar telah diproduksi di dalam negeri.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Budi mengatakan bahwa Wapres menekankan pentingnya penguatan koordinasi dan sinergi antarkementerian serta lembaga dalam mendukung pengembangan kendaraan listrik nasional. Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan kebijakan yang terintegrasi dari sisi regulasi, pengembangan industri, hingga pemanfaatan kendaraan listrik oleh masyarakat.
Penguatan koordinasi dinilai penting untuk menciptakan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi sektor transportasi nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Beliau nantinya akan berkoordinasi dan menyampaikan kepada kementerian terkait untuk membangun kembali koordinasi yang lebih kuat, karena pengembangan sepeda motor listrik melibatkan banyak kementerian dan lembaga,” ujar Budi menjelaskan arahan Wapres.
Lebih lanjut, Budi menuturkan bahwa pengembangan ekosistem sepeda motor listrik membutuhkan keterlibatan berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga Kepolisian Negara Republik Indonesia.
AISMOLI berharap pertemuan tersebut semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri sehingga berbagai program pengembangan kendaraan listrik dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Kami siap menjadi mitra pemerintah dalam menyiapkan ketersediaan sepeda motor listrik, kendaraan konversi, serta mendukung pengembangan industri pendukung lainnya di Indonesia,” tutup Budi.
Turut hadir dalam pertemua tersebut, Sekjen AISMOLI Hanggoro, dan Pembina konversi Sripeni Inten. Sementara Wapres didampingi oleh Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar dan Staf Khusus Wapres Tina Talisa.
Jakarta, 10 Juni 2026
Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Wakil Presiden


